kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Lagi, AS tuding China coba mencuri penelitian vaksin virus corona dari negara Barat


Kamis, 22 Oktober 2020 / 16:05 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, Shanghai, China 30 Juli 2019.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Sayangnya, itu adalah janji yang sampai hari ini tidak ditepati," kata dia. "Sebaliknya, para pemimpin Partai Komunis China melipatgandakan pendekatan totaliter dan merkantilis, ekonomi yang didominasi negara".

Respons China terhadap wabah virus corona baru, menurut O'Brien, telah "menghapus keraguan yang tersisa tentang niatnya".

Dia mengatakan, Beijing telah mengkooptasi organisasi internasional dan memaksa mereka untuk memasang peralatan telekomunikasi China di fasilitas mereka. Ia menuduh Partai Komunis China memblokir perusahaan asing sambil mensubsidi perusahaannya sendiri.

O'Brien bilang, proyek internasional andalan China, yang disebut inisiatif Belt and Road, melibatkan penawaran "pinjaman tidak berkelanjutan" kepada negara-negara miskin untuk membangun proyek infrastruktur "gajah putih" menggunakan perusahaan dan buruh China.

"Ketergantungan negara-negara ini pada utang China membuat kedaulatan mereka terkikis dan tidak ada pilihan lain selain memotong garis partai pada pemungutan suara PBB dan masalah lainnya," sebut O'Brien.

Selanjutnya: Jepang: Tanggapan kami di Laut China Selatan tidak ditujukan pada satu negara




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×