kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.930   28,00   0,17%
  • IDX 7.597   -343,19   -4,32%
  • KOMPAS100 1.058   -53,21   -4,79%
  • LQ45 772   -33,74   -4,19%
  • ISSI 269   -14,36   -5,07%
  • IDX30 410   -16,74   -3,92%
  • IDXHIDIV20 502   -16,83   -3,24%
  • IDX80 119   -5,83   -4,68%
  • IDXV30 136   -5,17   -3,67%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,64%

Langkah Agresif Trump: Angkatan Laut AS Siap Kawal Tanker di Selat Hormuz


Rabu, 04 Maret 2026 / 06:04 WIB
Langkah Agresif Trump: Angkatan Laut AS Siap Kawal Tanker di Selat Hormuz


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (3/3/2026) mengatakan bahwa ia telah memerintahkan U.S. International Development Finance Corporation (DFC) untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan keuangan bagi perdagangan maritim yang melintasi kawasan Teluk.

Trump juga menyebut Angkatan Laut AS dapat mulai mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz jika kondisi keamanan memburuk.

Seperti yang dilansir dari Reuters, langkah ini menjadi salah satu kebijakan paling agresif yang diambil pemerintah AS sejauh ini untuk menahan lonjakan harga energi global dan menenangkan pasar minyak di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran energi dunia.

Trump menjadikan harga bahan bakar yang lebih murah bagi warga Amerika sebagai bagian penting dari pesan ekonominya. Kebijakan ini menunjukkan kesiapan pemerintah AS untuk menggunakan instrumen keuangan maupun kekuatan militer guna mencegah gangguan pasokan minyak dunia.

“Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan aliran energi ke dunia tetap lancar,” tulis Trump dalam unggahan di media sosial.

Ia juga mengisyaratkan akan ada langkah tambahan dalam waktu dekat. Harga minyak dunia memang melonjak tajam sejak pasukan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir pekan lalu, yang kemudian memicu pertempuran dan mengganggu pengiriman tanker minyak dari Timur Tengah.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Meluas, Harga Minyak Melonjak dan Saham Merosot

Menurut dua sumber Reuters yang mengetahui rencana tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Energi Chris Wright dijadwalkan bertemu Trump pada Selasa sore untuk menyampaikan sejumlah opsi kebijakan guna merespons lonjakan harga energi.

Trump mengakui bahwa masyarakat Amerika mungkin harus menghadapi harga minyak yang lebih tinggi untuk sementara waktu. Namun ia optimistis harga energi akan kembali turun setelah konflik mereda.

“Begitu situasi ini berakhir, saya percaya harga minyak akan turun lagi, bahkan lebih rendah dari sebelumnya,” ujar Trump.

Namun jika harga energi tinggi bertahan lama, kondisi tersebut berpotensi mengganggu peluang Partai Republik untuk mempertahankan kekuasaan dalam pemilihan paruh waktu Kongres AS pada November mendatang.

Premi Risiko Perang Melonjak

Pengiriman minyak melalui Selat Hormuz saat ini sebagian besar terhambat. Selat sempit yang berada di antara Iran dan Oman itu merupakan jalur vital bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Sejumlah kapal tanker dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan, sementara kapal lain terpaksa berhenti berlayar. Perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi kini mulai mengevaluasi kembali risiko operasi mereka di kawasan tersebut.

Premi asuransi risiko perang melonjak tajam, bahkan beberapa perusahaan asuransi mulai mengurangi atau menghentikan perlindungan mereka. Akibatnya, biaya pengiriman minyak menjadi jauh lebih mahal bagi kapal tanker yang masih berani melintasi jalur tersebut.

Baca Juga: Menebak Arah Suku Bunga The Fed, Hawkish atau Dovish?

Langkah pemerintah AS untuk mendukung asuransi tanker sebenarnya bukan hal baru. Saat konflik Iran–Irak pada 1980-an, Washington pernah mengubah bendera kapal tanker dan memberikan pengawalan militer setelah perusahaan asuransi swasta menarik perlindungan mereka.

Setelah serangan Serangan 11 September 2001, pemerintah AS juga mengeluarkan kebijakan serupa untuk menjaga kelancaran perdagangan global di tengah meningkatnya premi risiko perang.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin (2/3) mengatakan bahwa pemerintah telah memiliki program khusus untuk menahan lonjakan harga energi, yang akan dijalankan oleh Menteri Energi dan Menteri Keuangan.

Tonton: Pemerintah Terapkan Diskon Tarif di 29 Ruas Tol Sebesar 30%, Ini Daftarnya!

“Mulai besok Anda akan melihat kami menjalankan beberapa tahap kebijakan untuk meredam dampaknya,” kata Rubio, tanpa merinci langkah yang dimaksud.

Pemerintah AS selama ini juga masih berhati-hati untuk menggunakan cadangan minyak strategis nasional. Namun para pejabat disebut dapat segera memberi sinyal bahwa cadangan tersebut siap dilepas ke pasar jika harga minyak terus melonjak.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×