kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Menjulang


Senin, 13 Juli 2026 / 09:37 WIB
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Menjulang
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak melonjak pada Senin (13/7/2026) setelah Iran memperluas serangan terhadap negara-negara Teluk menyusul serangan oleh Amerika Serikat (AS), yang mengancam pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Harga minyak mentah Brent naik US$ 2,34 atau 3,08% menjadi US$ 78,35 pada pukul 2311 GMT. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik US$ 2,21 atau 3,09% menjadi US$ 73,62 per barel.

Selama akhir pekan, Teheran memperluas serangan terhadap Qatar dan Uni Emirat Arab sementara AS melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran, yang merupakan serangan terbaru dalam siklus serangan dan serangan balasan terkait pelayaran melalui selat tersebut.

Baca Juga: Bukan Emas, Ini Aset Pilihan Orang Kaya Dunia untuk Investasi & Bangun Kekayaan

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz terbuka untuk lalu lintas komersial, meskipun Iran sebelumnya menyatakan telah menutup selat tersebut setelah sebuah kapal berlayar melalui rute yang tidak disetujui dan ditabrak.

Enam kapal melintasi selat tersebut pada hari Minggu, menurut data pelacakan kapal dari Kpler, jumlah terendah dalam lima minggu.

Meningkatnya serangan semakin menimbulkan keraguan terhadap masa depan kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu yang bertujuan untuk membuka kembali selat dan mengakhiri perang setelah 60 hari negosiasi lebih lanjut.

Setelah kesepakatan tersebut, pasokan minyak global meningkat sebesar 4,1 juta barel per hari pada bulan Juni, tetapi tetap 9,4 juta barel per hari di bawah tingkat sebelum perang, sebut Badan Energi Internasional dalam laporan bulanannya pada hari Jumat.

"Harapan akan penyelesaian yang relatif cepat terhadap bentrokan baru-baru ini mungkin diragukan setelah ketegangan meningkat selama akhir pekan," kata analis ANZ dalam sebuah catatan seperti dikutip Reuters.

Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan, kenaikan harga minyak yang relatif tenang menunjukkan bahwa pasar berpandangan bahwa peningkatan ketegangan saat ini merupakan eskalasi dalam gencatan senjata yang rapuh dan jauh dari runtuhnya gencatan senjata sepenuhnya.

"Seberapa akurat pandangan itu masih harus dilihat," katanya dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Ketua The Fed Hadapi Ujian Perdana, Pasar Menanti Arah Suku Bunga AS


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×