kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Laporan IAEA: Iran Bisa Produksi Enam Bom Nuklir Jika Uranium Dimurnikan Lagi


Rabu, 26 Februari 2025 / 22:37 WIB
Laporan IAEA: Iran Bisa Produksi Enam Bom Nuklir Jika Uranium Dimurnikan Lagi
ILUSTRASI. Stok uranium Iran yang diperkaya hingga 60%—hanya sedikit di bawah level 90% yang dibutuhkan untuk senjata nuklir. REUTERS/Lisi Niesner


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - WINA. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan bahwa stok uranium Iran yang mendekati level senjata nuklir mengalami lonjakan signifikan sejak negara itu mengumumkan percepatan pengayaan pada Desember lalu.

Hingga saat ini, tidak ada kemajuan dalam penyelesaian isu-isu nuklir yang belum terselesaikan.

Stok uranium Iran yang diperkaya hingga 60%—hanya sedikit di bawah level 90% yang dibutuhkan untuk senjata nuklir—telah lama menjadi perhatian negara-negara Barat.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Akibat Sanksi Baru AS Terhadap Iran dan Komitmen Irak pada OPEC+

Mereka menilai tidak ada alasan sipil yang jelas bagi Iran untuk memperkaya uranium hingga level setinggi itu. Namun, Iran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan energi damai.

Pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan akan terus menekan Iran terkait program nuklirnya. Namun, IAEA memperingatkan bahwa waktu untuk menempuh jalur diplomasi semakin menipis.

“Peningkatan produksi dan akumulasi uranium yang sangat tinggi oleh Iran, satu-satunya negara non-nuklir yang menghasilkan bahan nuklir seperti ini, adalah masalah serius,” tulis IAEA dalam laporan terbarunya.

Laporan rahasia yang dikirim ke negara-negara anggota pada Rabu (26/2) dan dilihat oleh Reuters mengungkapkan bahwa stok uranium yang diperkaya hingga 60% meningkat sebesar 92,5 kg dalam tiga bulan terakhir, sehingga totalnya mencapai 274,8 kg.

Baca Juga: Israel Dirumorkan Bakal Serang Iran pada Pertengahan Tahun 2025

Menurut perhitungan IAEA, jumlah tersebut cukup untuk memproduksi enam bom nuklir jika uranium tersebut dimurnikan lebih lanjut.

Sebelum percepatan terbaru ini, Iran menghasilkan sekitar 6 hingga 9 kg uranium 60% per bulan.

Namun, kini jumlah itu meningkat menjadi 35 hingga 40 kg per bulan—hampir mencapai 42 kg yang dianggap cukup untuk membuat satu bom nuklir jika dimurnikan lebih lanjut.

Laporan IAEA juga menyoroti kurangnya kemajuan dalam menyelesaikan isu lama, termasuk keberadaan jejak uranium di lokasi yang tidak diumumkan Iran.

“Iran menyatakan telah melaporkan semua bahan nuklir, aktivitas, dan lokasi yang diwajibkan dalam Perjanjian Pengamanan mereka. Namun, pernyataan ini tidak konsisten dengan penilaian kami,” tulis laporan tersebut.

“Akibatnya, badan ini berada dalam kebuntuan terkait penyelesaian masalah perlindungan nuklir yang belum terselesaikan.”

Baca Juga: Iran Pamerkan Senjata Baru: Kapal Induk Drone Pertama, Shahid Bagheri

Selama masa kepresidenan pertamanya (2017–2021), Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia yang membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi.

Setelah AS keluar dari perjanjian tersebut pada 2018, Iran mulai melanggar batasan yang telah disepakati dan secara drastis meningkatkan program nuklirnya.

Dengan kesepakatan yang kini hampir tidak berlaku, negara-negara Eropa berupaya mendorong AS untuk menyusun batasan baru terhadap program nuklir Iran.

Jika gagal, mereka dapat menggunakan mekanisme dalam perjanjian untuk memberlakukan kembali semua sanksi terhadap Iran sebelum kesepakatan tersebut berakhir pada Oktober mendatang.

Selanjutnya: BBCA dan BMRI Teratas, Cermati Saham yang Banyak Dijual Asing, Rabu (26/2)

Menarik Dibaca: Prakiraan Cuaca Jakarta Besok (27/2), Cerah Hingga Hujan Petir



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×