kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45868,39   -1,11   -0.13%
  • EMAS947.000 1,07%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ledakan bom paket di Myanmar menewaskan lima orang


Selasa, 04 Mei 2021 / 13:56 WIB
Ledakan bom paket di Myanmar menewaskan lima orang
ILUSTRASI. Mtanmar. REUTERS/Stringer 


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ledakan dari bom parsel di Myanmar telah menewaskan lima orang, termasuk seorang anggota parlemen yang digulingkan dan tiga petugas polisi yang telah bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil yang menentang kekuasaan militer, media melaporkan pada hari Selasa.

Sejak pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi digulingkan dalam kudeta pada 1 Februari, Myanmar telah menyaksikan peningkatan jumlah ledakan kecil di daerah pemukiman, dan terkadang menargetkan kantor pemerintah atau fasilitas militer.

Ledakan terbaru terjadi di sebuah desa di bagian tengah selatan Myanmar di Bago Barat dan terjadi sekitar pukul 5 sore pada hari Senin, portal berita Myanmar Now melaporkan, mengutip seorang penduduk.

Tiga ledakan dipicu ketika setidaknya satu bom parsel meledak di sebuah rumah di desa itu, menewaskan seorang anggota parlemen dari partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) Suu Kyi, serta tiga petugas polisi dan seorang penduduk, kata laporan itu.

Baca Juga: Beberapa ledakan terdengar, dua pangkalan udara Myanmar diserang

Petugas polisi lain yang terlibat dalam gerakan pembangkangan sipil juga terluka parah setelah lengannya terlempar oleh ledakan itu, kata penduduk tersebut. Dia telah dirawat di rumah sakit dan menerima perawatan, katanya.

Media Khit Thit juga melaporkan ledakan tersebut, mengutip seorang pejabat NLD yang tidak disebutkan namanya di daerah tersebut.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen dan seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon untuk meminta komentar.

Kekerasan telah meningkat sejak kudeta, dengan ratusan dilaporkan dibunuh oleh pasukan keamanan, mencoba memadamkan protes pro-demokrasi di kota-kota dan pedesaan. Milisi etnis juga mendukung oposisi terhadap junta, dan militer memerangi kelompok-kelompok ini di pinggiran Myanmar.




TERBARU

[X]
×