CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.003,15   -12,85   -1.26%
  • EMAS973.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lewat Operasi Sky Net, Xi Jinping Paksa 10.000 Warga yang Kabur ke LN Pulang ke China


Kamis, 20 Januari 2022 / 06:54 WIB
Lewat Operasi Sky Net, Xi Jinping Paksa 10.000 Warga yang Kabur ke LN Pulang ke China
ILUSTRASI. LSM Safeguard Defenders menyoroti tiga taktik yang disetujui oleh China untuk memulangkan warganya yang kabur. REUTERS/Thomas Peter


Sumber: Business Insider | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MADRID. Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh sebuah LSM hak asasi manusia telah merinci metode yang digunakan oleh China untuk memaksa ribuan buronan kembali dari negara lain. Laporan ini  menggambarkan sejauh mana operasi Beijing di tanah asing untuk mengendalikan diaspora China.

Melansir Business Insider, LSM Safeguard Defenders yang berbasis di Spanyol menyoroti tiga taktik yang disetujui oleh China untuk tujuan ini. 

Pertama, menahan kerabat buronan sebagai ancaman. Kedua, mengirim agen ke luar negeri untuk mengintimidasi orang yang bersangkutan secara ilegal. Ketiga, langsung menculik mereka.

Organisasi tersebut mengumpulkan informasi terkait 62 kasus ini di negara-negara termasuk AS, Kanada, Australia, Vietnam, Thailand, dan Uni Emirat Arab.

Data resmi dari China menunjukkan hampir 10.000 buronan telah dikembalikan sejak 2014 di bawah program dengan nama sandi "Operation Sky Net" atau "Tian Wang," kata Safeguard Defenders. 

Baca Juga: Xi Jinping: Konfrontasi Tak Selesaikan Masalah, Hanya Mengundang Konsekuensi Bencana

Pada tahun 2020 saja, media pemerintah China melaporkan, 1.421 buronan diekstradisi ke China oleh Sky Net. China sendiri menggembar-gemborkan operasi itu sebagai kampanye anti-korupsi.

Ketika Sky Net diluncurkan pada 2015, kegiatan ini menyerap operasi repatriasi yang lebih terkenal yang disebut Fox Hunt, yang dipuji oleh media pemerintah dan dilaporkan secara luas oleh berita Barat.

Dalam laporan setebal 69 halaman, Safeguard Defenders menggambarkan studi kasus di mana agen China terbang ke AS untuk mengintimidasi target mereka agar kembali ke daratan.

Baca Juga: Hubungi Jokowi, Xi Jinping Berharap Hubungan China dan Indonesia Semakin Erat




TERBARU

[X]
×