kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lewat ritual Sokui no Rei, Kaisar Jepang Naruhito resmi naik takhta


Selasa, 22 Oktober 2019 / 16:17 WIB

Lewat ritual Sokui no Rei, Kaisar Jepang Naruhito resmi naik takhta
Kaisar Jepang Naruhito menjalankan seremoni Sokuirei-Seiden-no-gi, di Istana Kerajaan, Tokyo (22/10).

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Kaisar Jepang Naruhito menyatakan secara resmi naik takhta pada Selasa (22/10) dalam upacara yang dihadiri pejabat tinggi lebih dari 180 negara, dan berjanji untuk memenuhi tugasnya sebagai simbol negara.

Naruhito menjadi kaisar dan istrinya Masako sebagai permaisuri pada 1 Mei dalam upacara singkat. Tapi, Sokui no Rei yang berlangsung hari ini adalah ritual yang lebih kompleks, termasuk Naruhito secara resmi mengumumkan perubahan statusnya ke dunia.

"Saya bersumpah, akan bertindak sesuai konstitusi dan memenuhi tanggungjawab saya sebagai simbol negara dan persatuan rakyat," kata pria 59 tahun ini dengan suara sedikit serak, di depan sekitar 2.000 tamu termasuk Pangeran Charles dari Inggris, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Ma'ruf Amin bertolak ke Jepang hadiri acara penobatan kaisar Naruhito

"Saya dengan tulus berharap, Jepang akan berkembang lebih lanjut dan berkontribusi bagi persahabatan dan kedamaian komunitas internasional, dan untuk kesejahteraan dan kemakmuran manusia melalui kebijaksanaan rakyat dan upaya tanpa henti," ujar Naruhito.

Kaisar Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia Kedua, Naruhito, menyetujui menerima takhta saat sang ayah, Akihito. Akihito jadi kaisar Jepang pertama yang turun tahta dalam dua abad terakhir, setelah khawatir usia yang bertambah akan mempersulitnya melakukan tugas resmi.

Perayaan yang sudah lama direncanakan itu dan dinyatakan sebagai hari libur nasional sejatinya "dihancurkan" oleh Topan Hagibis yang menewaskan sedikitnya 82 orang ketika merobek-robek Jepang 10 hari lalu. Dan, hujan deras turun di awal Selasa.

Baca Juga: Tak kuat menahan sakit, Presiden Duterte pulang cepat saat penobatan kaisar Jepang

Alhasil, parade ditunda hingga bulan depan untuk memungkinkan pemerintah mencurahkan perhatiannya untuk melakukan penanganan pasca topan. Sementara cuaca buruk hari ini memaksa istana mengurangi jumlah anggota kerajaan dengan jubah kuno yang mengambil bagian dalam upacara di halaman, meskipun langit cerah saat acara itu dimulai.


Reporter: SS. Kurniawan
Editor: S.S. Kurniawan

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×