kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.771   -96,00   -0,54%
  • IDX 6.511   117,32   1,83%
  • KOMPAS100 842   16,88   2,05%
  • LQ45 638   10,48   1,67%
  • ISSI 230   5,38   2,40%
  • IDX30 356   4,69   1,34%
  • IDXHIDIV20 432   3,95   0,92%
  • IDX80 96   1,86   1,97%
  • IDXV30 120   1,14   0,96%
  • IDXQ30 113   1,32   1,18%

Mahathir out, Malaysia dan India siap perbaiki hubungan perdagangan CPO


Senin, 02 Maret 2020 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menggantikan Mahathir Mohamad. Pemerintahan anyar Malaysia berkomitmen untuk memperbaiki hubungan perdagangannya dengan India terkait komoditas CPO. REUTERS/Lim Huey Teng TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Pemerintahan anyar Malaysia berkomitmen untuk memperbaiki hubungan perdagangannya dengan India terkait komoditas CPO (crude palm oil). Aksi bakal dilakukan setelah terpilihnya Perdana Menteri Malaysia yang baru yaitu Muhyiddin Yassin menggantikan Mahathir Mohammad.

Asal tahu, pada 8 Januari 2020 lalu India telah mengklasifikasikan CPO dan olein sebagai daftar impor terlarang. Ini merupakan respons dari pernyataan Mahathir yang mengkritik aksi pemerintah India atas tindakannya terhadap Muslim Kashir, dan terbitnya regulasi kewarganegaraan anyar.

Baca Juga: Berang, Mahathir: Muhyiddin bukan Perdana Menteri yang sah!

Akibat pernyataan tersebut, sepanjang Januari lalu ekspor CPO Malaysia ke India anjlok hingga 85% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 46.876 ton. Ini merupakan volume ekspor terendah sejak 2011.

Padahal, India merupakan pengimpor CPO terbesar yang menyumbang hampir seperempat dari total ekspor CPO Malaysia tahun lalu. India juga merupakan pembeli terbesar CPO dari Malaysia selama lima tahun terakhir.

India sejatinya juga tercatat sebagai importir CPO terbesar di dunia. Adapun Malaysia merupakan eksportir CPO terbesar kedua setelah Indonesia. 

Baca Juga: Mahathir tersingkir, bagaimana nasib kaum non Muslim-Melayu di Malaysia?

Pembatasan produk CPO dan turunannya dari Malaysia ke India juga dilaporkan mulai mengganggu rantai pasok perdagangan minyak nabati global dimana Indonesia juga mulai mengalihkan pasokannya ke India. Sementara Malaysia juga mulai bergegas mengisi pasar yang ditinggalkan Indonesia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×