kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.824   -43,00   -0,24%
  • IDX 6.468   73,79   1,15%
  • KOMPAS100 837   11,91   1,44%
  • LQ45 635   7,46   1,19%
  • ISSI 227   2,69   1,20%
  • IDX30 354   3,17   0,90%
  • IDXHIDIV20 430   2,76   0,65%
  • IDX80 96   1,32   1,40%
  • IDXV30 119   0,36   0,30%
  • IDXQ30 112   0,90   0,81%

Ekspor Gandum Rusia dan Ukraina melalui Laut Hitam Terhenti, Harga Melonjak


Kamis, 20 Agustus 2026 / 09:05 WIB
Ekspor Gandum Rusia dan Ukraina melalui Laut Hitam Terhenti, Harga Melonjak
ILUSTRASI. Serangan terhadap kapal-kapal telah menghentikan lebih dari 97% kapasitas ekspor gandum serta biji-bijian Rusia dan Ukraina  (REUTERS/Sergey Pivovarov)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - KYIV/MOSKOW. Serangan terhadap kapal-kapal telah menghentikan lebih dari 97% kapasitas ekspor biji-bijian Rusia dan Ukraina di wilayah cekungan Laut Azov dan Laut Hitam, memutus sumber pasokan berbiaya rendah yang utama dan turut mendorong kenaikan harga global.

Rusia dan Ukraina merupakan negara pengekspor biji-bijian utama dunia telah meningkatkan serangan terhadap pelabuhan dan kapal selama sebulan terakhir, sehingga importir di Timur Tengah, Afrika, dan Asia menghadapi kemungkinan harus mencari pasokan biji-bijian dari pemasok dengan biaya lebih tinggi seperti Australia dan Amerika Serikat.

Rusia dan Ukraina secara gabungan mengekspor rata-rata 7,2 juta metrik ton biji-bijian per bulan dari terminal-terminal di wilayah Laut Azov dan Laut Hitam pada musim lalu, menurut perhitungan Reuters yang didasarkan pada data resmi dan perkiraan analis.

Baca Juga: Putin: Serangan Ukraina ke Fasilitas Industri Tak Berdampak Besar

Saat ini tidak ada pengiriman dari terminal-terminal Ukraina di Laut Hitam. Di Rusia, satu-satunya terminal biji-bijian yang tidak ditutup secara resmi adalah fasilitas kecil di Tuapse dengan kapasitas sekitar 160.000 ton per bulan, menurut keterangan pejabat dan sumber perdagangan.

Penutupan tersebut mencerminkan hilangnya lebih dari 97% kapasitas ekspor biji-bijian dibandingkan musim lalu, menurut perhitungan Reuters.

"Saat ini, pelayaran sipil di Laut Hitam praktis terhenti total," kata Yevgeny Karabanov, kepala komite analitis Serikat Biji-bijian Kazakhstan (Grain Union of Kazakhstan), yang juga mengirimkan biji-bijian melalui pelabuhan-pelabuhan Rusia.

Haga Gandum dan Biji-Bijian Melonjak

Harga gandum global telah naik sekitar 6,5% bulan ini dan kini berada di tingkat yang kira-kira 30% lebih tinggi dibandingkan setahun yang lalu.

Meskipun stok yang besar dan hasil panen yang melimpah memungkinkan importir menunda pembelian, para pedagang mengatakan tekanan untuk mengamankan pasokan kian meningkat karena tidak ada tanda-tanda penurunan ketegangan di kawasan Laut Hitam.

Sejumlah kapal pengangkut yang sedang memuat atau bersiap memuat biji-bijian di pelabuhan-pelabuhan Rusia terkena serangan pesawat nirawak (drone) pekan ini, menurut keterangan sejumlah sumber.

Analis di Rusagrotrans, bagian dari Demetra Holding, memperkirakan ekspor gandum Rusia pada bulan Agustus mencapai 1,8 juta ton; angka terendah untuk bulan tersebut sejak tahun 2010.

Sumber-sumber perdagangan menyebutkan bahwa terminal biji-bijian utama Rusia di Novorossiysk, termasuk NZT dan NKHP, ditutup setelah serangan drone Ukraina. KSK, terminal biji-bijian terbesar di Rusia, menghentikan pengiriman dan ekspor biji-bijian, sementara operasional di terminal biji-bijian Taman juga dihentikan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Kamis (20/8), Brent ke US$91,87 dan WTI ke US$85,81

Pelabuhan-pelabuhan laut Ukraina di kawasan pelabuhan Odesa praktis berhenti beroperasi pada akhir Juli. Hingga pertengahan Agustus, tidak ada kunjungan kapal baru yang tercatat, ujar Menteri Pertanian Taras Vysotskyi pekan lalu.

Ukraina mengekspor biji-bijian melalui jalur kereta api yang terhubung dengan Eropa Timur dan pelabuhan-pelabuhan di Sungai Danube—masing-masing menyumbang sekitar 45% dari total pengiriman—sedangkan 10% sisanya diangkut melalui jalur darat.

"Kami memperkirakan dapat mencapai 50% dari potensi ekspor kami jika pelabuhan-pelabuhan tetap diblokade," kata Vysotskyi.

Rusia dapat mengalihkan sebagian ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di wilayah Baltik, Kaspia, dan Timur Jauh, meskipun jarak angkut yang lebih jauh kemungkinan akan menimbulkan tantangan logistik dan meningkatkan biaya.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×