kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Makin mesra, China dan Rusia kompak mengecam mental Perang Dingin yang diusung AS


Sabtu, 18 Juli 2020 / 12:55 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China dan Rusia nampaknya makin mesra saja. Terlebih saat berbicara soal rival kedua negara yang tak lain adalah Amerika Serikat.

Sejumlah permasalahan yang bermuara pada negeri Paman Sam jadi uneg-uneg kedua negara. Di antaranya soal unilateralisme.

Baca Juga: Negara lain naik pitam soal aksi China di Laut China Selatan, kok Malaysia diam saja?

Dilansir dari Reuters, Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pembicaraan dengan Manteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Isu soal Amerika Serikat pun tak luput dari topik perbincangan.

Wang mengatakan kepada Lavrov bahwa Beijing merasa Amerika Serikat menghidupkan kembali mentalitas Perang Dingin dalam kebijakannya terhadap China.

Dalam laporannya, Xinhua juga mengutip Lavrov yang mengatakan bahwa Rusia menentang unilateralisme dalam urusan internasional.

Pernyataan itu muncul ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan China makin meningkat karena penerapan hukum keamanan nasional China di Hong Kong.

Baca Juga: Imbangi kekuatan AS di Pasifik, China bangun dua kapal induk canggih baru

Selain itu isu perang dagang yang sedang berlangsung antara kedua ekonomi dan penanganan mereka terhadap wabah virus corona juga kian meruncing.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×