kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.067   10,00   0,06%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Makin mesra, China dan Rusia kompak mengecam mental Perang Dingin yang diusung AS


Sabtu, 18 Juli 2020 / 12:55 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China dan Rusia nampaknya makin mesra saja. Terlebih saat berbicara soal rival kedua negara yang tak lain adalah Amerika Serikat.

Sejumlah permasalahan yang bermuara pada negeri Paman Sam jadi uneg-uneg kedua negara. Di antaranya soal unilateralisme.

Baca Juga: Negara lain naik pitam soal aksi China di Laut China Selatan, kok Malaysia diam saja?

Dilansir dari Reuters, Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pembicaraan dengan Manteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Isu soal Amerika Serikat pun tak luput dari topik perbincangan.

Wang mengatakan kepada Lavrov bahwa Beijing merasa Amerika Serikat menghidupkan kembali mentalitas Perang Dingin dalam kebijakannya terhadap China.

Dalam laporannya, Xinhua juga mengutip Lavrov yang mengatakan bahwa Rusia menentang unilateralisme dalam urusan internasional.

Pernyataan itu muncul ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan China makin meningkat karena penerapan hukum keamanan nasional China di Hong Kong.

Baca Juga: Imbangi kekuatan AS di Pasifik, China bangun dua kapal induk canggih baru

Selain itu isu perang dagang yang sedang berlangsung antara kedua ekonomi dan penanganan mereka terhadap wabah virus corona juga kian meruncing.




TERBARU

[X]
×