kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Makin mesra, China dan Rusia kompak mengecam mental Perang Dingin yang diusung AS


Sabtu, 18 Juli 2020 / 12:55 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China dan Rusia nampaknya makin mesra saja. Terlebih saat berbicara soal rival kedua negara yang tak lain adalah Amerika Serikat.

Sejumlah permasalahan yang bermuara pada negeri Paman Sam jadi uneg-uneg kedua negara. Di antaranya soal unilateralisme.

Baca Juga: Negara lain naik pitam soal aksi China di Laut China Selatan, kok Malaysia diam saja?

Dilansir dari Reuters, Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pembicaraan dengan Manteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Isu soal Amerika Serikat pun tak luput dari topik perbincangan.

Wang mengatakan kepada Lavrov bahwa Beijing merasa Amerika Serikat menghidupkan kembali mentalitas Perang Dingin dalam kebijakannya terhadap China.

Dalam laporannya, Xinhua juga mengutip Lavrov yang mengatakan bahwa Rusia menentang unilateralisme dalam urusan internasional.

Pernyataan itu muncul ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan China makin meningkat karena penerapan hukum keamanan nasional China di Hong Kong.

Baca Juga: Imbangi kekuatan AS di Pasifik, China bangun dua kapal induk canggih baru

Selain itu isu perang dagang yang sedang berlangsung antara kedua ekonomi dan penanganan mereka terhadap wabah virus corona juga kian meruncing.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×