kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Makin Percaya Diri, Iran Sebut Rudal Balistik Kheibar Mampu Menjangkau AS


Sabtu, 27 Mei 2023 / 17:30 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Iran pada hari Kamis (25/5) melaporkan telah menguji coba peluncuran rudal balistik baru bernama Kheibar. Rudal hasil modifikasi versi sebelumnya ini diklaim mampu menjangkau AS.

Kantor berita nasional Iran, IRNA, mengabarkan bahwa rudal tersebut merupakan versi terbaru dari rudal balistik Khoramshahr 4. Hasilnya, rudal ini sekarang memiliki jangkauan hingga 2.000 km dan mampu membawa hulu ledak dengan bobot mencapai 1.500 kg.

Nama Kheibar sendiri diambil dari nama kastil Yahudi yang dikuasai oleh pejuang Muslim pada masa awal Islam.

Rudal balistik Iran terbaru ini masih bekerja dengan bahan bakar cair yang konvensional. Iran mengklaim rudal ini sangat fleksibel sehingga bisa dikategorikan sebagai senjata strategis maupun strategis.

Baca Juga: Ini Kemampuan Rudal S-350 Vityaz Rusia, Diklaim Lebih Unggul dari Rudal Patriot AS

"Fitur luar biasa rudal Khaibar yang dibuat di dalam negeri mencakup persiapan dan waktu peluncuran yang cepat, membuatnya jadi senjata taktis, bukan hanya strategis," ungkap IRNA, dikutip Reuters.

Iran juga mengatakan bahwa senjata barunya itu mampu mencapai pangkalan musuh bebuyutan mereka, Israel dan AS.

Terlepas dari penentangan AS dan Eropa, Iran mengatakan akan terus mengembangkan program misilnya yang diklaim memiliki tujuan defensif.

"Pesan kami kepada musuh Iran adalah bahwa kami akan membela negara dan pencapaiannya. Pesan kami kepada teman-teman adalah kami ingin membantu stabilitas regional," kata Menteri Pertahanan Iran Mohammadreza Ashtiani.

Baca Juga: Mengintip Sederet Kemampuan Jet Tempur F-16 yang Jadi Incaran Ukraina

Membuat Cemas Negara Barat

Israel melihat Iran sebagai ancaman eksistensial. Di sisi lain, Iran tidak mengakui eksistensi Israel sehingga membuat hubungan kedua negara semakin buruk.

Iran mengatakan rudal balistiknya merupakan kekuatan pencegah dan pembalasan yang penting terhadap AS, Israel, dan musuh regional potensial lainnya.

Pada hari Selasa (23/5), jenderal Israel mulai membahas kemungkinan tindakan militer terhadap Iran karena upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 belum menemukan titik terang.

Baca Juga: Drone Supersonic WZ-8 Mulai Terlihat di Pangkalan Militer China

Kesepakatan itu memberlakukan pembatasan pada aktivitas nuklir Iran, sehingga negara itu memiliki waktu yang lebih lama untuk menghasilkan bahan fisil yang cukup untuk bom nuklir.

Pada tahun 2018, AS di bawah kuasa Donald Trump menarik diri dari kesepakatan tersebut. Sejak saat itu Iran semakin aktif dengan program nuklirnya.

Negara-negara Barat khawatir serangkaian program itu akan mengarah pada produksi senjata nuklir. Namun, Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×