kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Malaysia: 70% kasus impor virus corona di negaranya berasal dari Indonesia


Senin, 27 April 2020 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Pekerja yang mengenakan pakaian pelindung membersihkan jendela di luar bangsal penyakit virus corona (COVID-19) di Rumahsakit Kuala Lumpur, di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 April 2020.


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Kementerian Kesehatan Malaysia pada Senin (27/4) mengatakan, lebih dari 70% kasus impor virus corona baru di negaranya berasal dari Indonesia.

Melansir Malaysia Kini, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah menyebutkan, sejak penerapan isolasi wajib di pos-pos karantina terhadap warga Malaysia yang kembali dari luar negeri, terdapat 139 kasus positif.

Dari jumlah tersebut, menurut Noor Hisham, sebanyak 99 di antaranya kembali dari Indonesia. Sementara sisanya, 14 orang kembali dari Inggris, 13 dari Singapura, 5 dari Turki, 3 dari Amerika Serikat, satu kasus masing-masing dari Thailand, Perancis, dan Bangladesh.

Baca Juga: Wah, peneliti Hong Kong temukan lapisan antivirus corona

Sejauh ini, Hisham bilang, ada 12.672 orang yang kembali dari luar negeri dan menjalani karantina serta telah melakukan skrining test.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga telah melakukan berbagai pendekatan untuk melacak infeksi virus corona. "Sampai saat ini, dengan pendekatan yang ditargetkan, Kementerian Kesehatan telah berhasil melacak lebih banyak kasus Covid-19," kata Noor Hisham.

Pendekatan itu, Noor Hisham menjelaskan, untuk memperbesar area Perintah Kontrol Gerakan (MCO) dan kelompok rentan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×