kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Malaysia dukung Jepang jadi anggota TPP


Kamis, 08 Maret 2012 / 07:17 WIB
ILUSTRASI. Seorang petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (9/3/2021). ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.


Reporter: Asnil Bambani Amri, NHK | Editor: Asnil Amri

KUALA LUMPUR. Malaysia akan mendukung Jepang bergabung dalam kerjasama ekonomi di wilayah pasifik bernama Trans-Pacific Partnership, atau TPP.

Hal ini disampaikan oleh, Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak saat menerima Hiromasa Yonekura, Ketua Federasi Bisnis Jepang yang datang berkunjung ke Kuala Lumpur kemarin (7/3).

Dalam kunjungan itu, Yonekura meminta Malaysia ikut melakukan negosiasi untuk melibatkan Jepang dalam Trans-Pacific Partnership.

Najib mengungkapkan, masuknya Jepang dalam TPP diharapkan mampu menggenjot kinerja TPP, dan Najib memiliki harapan agar Jepang bergabung dengan TPP.

Sementara itu, Presiden Vietnam, Truong Tan Sang juga memberikan dukungan serupa kepada Jepang untuk bergabung dalam TPP. Dukungan Truong Tan Sang disampaikan setelah ia bertemu Yonekura di Vietnam, sehari sebelum berkunjung ke Malaysia.

Perlu diketahui, TPP merupakan perjanjian kemitraan ekonomi multilateral bebas yang bertujuan untuk lebih meliberalisasi ekonomi kawasan Asia-Pasifik. TPP ini terbentuk tahun 2005 lalu yang disepakati Brunei Darussalam, Chili, Selandia Baru dan Singapura.

Setelah kerjasama berlaku mulai 28 Mei 2006 lalu, Australia, Malaysia, Peru, Amerika Serikat, menyatakan diri untuk bergabung dalam TPP. Terakhir, Jepang juga menyam[paikan minatnya untuk bergabung.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×