kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Malaysia mengantisipasi rencana pembatasan impor


Kamis, 21 Juni 2012 / 13:36 WIB
ILUSTRASI. Harga minyak WTI melesat 4,98% dan minyak Brent melonjak 4,61% dalam sepekan terakhir.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Edy Can

KUALA LUMPUR. Kabar rencana Pemerintah Indonesia yang akan membatasi produk impor sudah terdengar di Malaysia. Saat ini Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia mulai mengkomunikasikan hal tersebut dengan para pengusaha setempat.

"Tentu kami akan memperhatikan hal tersebut, tetapi sampai saat ini belum ada keputusan apa-apa," ujar Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato' Sri Mustapa Mohamed, Kamis (21/6).

Ia mengaku belum bisa menghitung dampaknya. Namun, yang jelas, kata dia, hubungan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Malaysia sangat Erat.

Ia mencontohkan, investasi Indonesia di Malaysia yang terbesar adalah hotel, salah satunya adalah Hotel Intercontinental. Sedangkan, investasi Malaysia di Indonesia diantaranya dalam bentuk jasa, khususnya jasa keuangan yaitu perbankan. Selain itu juga di bidang perkebunan yaitu perdagangan kelapa sawit.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia berencana membatasi produk-produk impor. Produk tersebut khususnya merupakan produk yang sudah diproduksi di dalam negeri.




TERBARU

[X]
×