kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.765   12,00   0,07%
  • IDX 6.600   74,46   1,14%
  • KOMPAS100 864   11,98   1,41%
  • LQ45 654   10,59   1,64%
  • ISSI 230   0,99   0,43%
  • IDX30 366   6,01   1,67%
  • IDXHIDIV20 452   8,85   2,00%
  • IDX80 98   1,48   1,52%
  • IDXV30 125   1,21   0,98%
  • IDXQ30 117   2,14   1,86%

Manufaktur Prancis Kembali Ekspansi, Tapi Optimisme Pebisnis Justru Melemah


Selasa, 01 September 2026 / 20:47 WIB
Manufaktur Prancis Kembali Ekspansi, Tapi Optimisme Pebisnis Justru Melemah
ILUSTRASI. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Prancis naik menjadi 51,1 pada Agustus dari 49,8 pada Juli. (REUTERS/Abdul Saboor)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - PARIS. Sektor manufaktur Prancis kembali menunjukkan pertumbuhan pada Agustus 2026. Berdasarkan survei S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Prancis naik menjadi 51,1 pada Agustus dari 49,8 pada Juli.

Kenaikan PMI tersebut sekaligus menandai kembalinya indeks ke zona ekspansi setelah sebelumnya berada di bawah ambang 50. Namun, komponen terpenting PMI, yakni pesanan baru, masih berada di zona kontraksi.

Pesanan baru turun untuk bulan keempat berturut-turut, dengan laju penurunan pada Agustus moderat dan kurang lebih sama dengan Juli. Permintaan dari pasar ekspor juga masih menyusut, melanjutkan tren penurunan sepanjang tahun berjalan.

Kondisi permintaan yang lemah membuat kenaikan produksi belum dapat dipandang sebagai pemulihan yang kokoh. Output manufaktur memang meningkat secara terbatas pada Agustus, menjadi kenaikan pertama sejak April.

Namun, jika dilihat berdasarkan tiga kelompok industri utama, pertumbuhan tersebut sepenuhnya berasal dari produsen barang setengah jadi. Produsen barang konsumsi dan barang modal justru mencatat kontraksi ringan.

Baca Juga: Pemulihan Makin Kuat, PMI Manufaktur Jerman Tembus Level Tertinggi 51 Bulan

Joe Hayes, Senior Principal Economist S&P Global Market Intelligence, menilai, kenaikan PMI Prancis pada Agustus belum memberikan alasan kuat untuk optimistis. Alhasil, pemulihan kembali output pada Agustus menjadi kurang meyakinkan.

“Di permukaan, ini merupakan laporan PMI yang jauh lebih baik bagi sektor manufaktur Prancis, tetapi sulit untuk menarik banyak optimisme dari angka-angka ini karena data menunjukkan permintaan masih lemah, kepercayaan bisnis menurun dan pengurangan persediaan semakin agresif,” kata Hayes, dalam rilis pers, Selasa (1/9/2026).

Salah satu indikasi rapuhnya pemulihan manufaktur Prancis terlihat dari kebijakan persediaan perusahaan. Produsen kembali mengurangi stok pada Agustus, melanjutkan tren yang telah berlangsung sejak Mei.

Persediaan bahan baku sebelum produksi (pre-production inventories) turun dengan laju tercepat dalam sembilan bulan. Penurunan persediaan bahan baku berjalan beriringan dengan pemangkasan aktivitas pembelian. Volume pembelian turun dengan laju tercepat sejak Juni 2025.

Tekanan pada rantai pasok juga masih terasa. Rata-rata waktu pengiriman pemasok kembali memanjang dan peningkatannya lebih tajam dibandingkan periode survei sebelumnya.

Baca Juga: PMI Manufaktur Taiwan Bertahan di Level Ekspansif 54,7, Permintaan Ekspor Menguat

Kombinasi berkurangnya persediaan dan gangguan pasokan menunjukkan produsen masih berhati-hati dalam mengelola kebutuhan input di tengah permintaan yang belum pulih.

Pelaku industri manufaktur di Prancis juga semakin pesimistis terhadap prospek 12 bulan ke depan. Future Output Index turun di bawah level 50 untuk pertama kalinya dalam 10 bulan.

Ini menunjukkan produsen secara keseluruhan mulai menilai prospek produksi dalam setahun mendatang secara pesimistis. Melemahnya ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kenaikan produksi Agustus sulit disebut sebagai awal pemulihan yang berkelanjutan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×