Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Sektor manufaktur Taiwan tetap mencatat pertumbuhan solid pada Agustus 2026 meski momentumnya sedikit melambat. Penguatan permintaan ekspor menjadi penopang utama, sementara lonjakan permintaan teknologi berbasis akal imitasi (AI) mulai menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan biaya produksi.
Berdasarkan rilis S&P Global, Selasa (1/9/2026), Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Taiwan turun menjadi 54,7 pada Agustus dari 55,1 pada Juli. Meski melemah, PMI tetap berada di atas level 50, yang menandai ekspansi sektor manufaktur.
Permintaan eksternal justru menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Pesanan ekspor baru meningkat dengan laju yang lebih cepat pada Agustus, dengan pertumbuhan termasuk yang terkuat dalam lebih dari empat setengah tahun.
Annabel Fiddes, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, mengatakan sektor manufaktur Taiwan hanya kehilangan sedikit momentum pada Agustus. “Pertumbuhan output dan pesanan baru tetap kuat secara historis meskipun melambat dibandingkan Juli.,” kata Fiddes, dalam rilis pers, Selasa (1/9/2026).
Menurut Fiddes, penguatan pesanan ekspor menjadi perkembangan yang menggembirakan. “Pesanan ekspor baru meningkat dengan laju yang lebih cepat, dengan pertumbuhan yang termasuk paling kuat dalam lebih dari empat setengah tahun, yang didukung oleh peningkatan permintaan secara luas di berbagai pasar ekspor utama,” tutur Fiddes dalam rilis pers, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Bursa Asia Tenggara Tertekan Senin (1/9), Harga Minyak Tembus US$90
Kuatnya permintaan mulai memberikan tekanan terhadap kapasitas produksi. Perusahaan masih berhati-hati dalam merekrut tenaga kerja, sementara sejumlah produsen melakukan restrukturisasi operasional.
Kondisi tersebut menunjukkan perusahaan manufaktur Taiwan berupaya meningkatkan produktivitas untuk memperbesar kapasitas produksi tanpa harus meningkatkan jumlah pekerja secara agresif. “Perusahaan-perusahaan tetap berhati-hati dalam hal perekrutan, dengan beberapa di antaranya melaporkan adanya upaya untuk merestrukturisasi kegiatan operasional,” kata Fiddes.
Namun tekanan kapasitas terlihat muncul di sisi rantai pasok. Kinerja pemasok memburuk lebih tajam pada Agustus, antara lain akibat kekurangan produk di tingkat pemasok.
S&P Global mencatat, perusahaan mengaitkan gangguan tersebut dengan lonjakan permintaan terhadap teknologi yang berkaitan dengan AI. “Survei tersebut juga menunjukkan penurunan kinerja pemasok yang lebih tajam, yang sering kali dikaitkan dengan kelangkaan produk di kalangan vendor seiring dengan terus melonjaknya permintaan akan teknologi terkait AI,” ujar Fiddes.
Kondisi ini menjadi salah satu risiko bagi industri manufaktur Taiwan. Di satu sisi, permintaan terutama dari sektor teknologi masih kuat. Di sisi lain, keterbatasan pasokan dapat meningkatkan biaya produksi dan memperbesar tekanan terhadap kapasitas perusahaan.
Baca Juga: Ekspansi Mobil China Makin Agresif, Beijing Perketat Aturan Main
Di tengah tantangan tersebut, kepercayaan produsen terhadap prospek bisnis membaik pada Agustus. Perusahaan secara umum memperkirakan momentum penjualan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Perbaikan sentimen menjadi sinyal positif karena menunjukkan pelaku industri masih melihat prospek pertumbuhan meski menghadapi ketidakpastian pasar dan gangguan rantai pasok. “Namun, kekhawatiran seputar ketidakpastian pasar dan gangguan rantai pasok akibat perang di Timur Tengah tetap menjadi potensi hambatan bagi prospek jangka pendek,” ujarnya.














