kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Masa Panen Investasi Asing di China Dianggap Telah Berakhir


Selasa, 06 September 2022 / 16:12 WIB
Masa Panen Investasi Asing di China Dianggap Telah Berakhir


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Data pemerintah China menunjukkan investasi asing yang masuk ke negara tersebut mengalami peningkatan. Di sisi lain, para pejabat China menyoroti bahwa perusahaan global meminta politisi AS dan Eropa untuk meninggalkan negara tersebut.

Di lansir dari Bloomberg, kenaikan investasi asing ke China sebesar 17,3% selama tujuh bulan pertama tahun ini memberikan gambaran yang dianggap kurang bagus. 

Data juga menunjukkan bahwa tiga perempat dari investasi baru China masuk ke industri jasa, bukan sektor manufaktur utama, yang didorong pemerintah untuk menggeser ekonomi ke arah produksi yang bernilai lebih tinggi.

Angka-angka tersebut membantu menjelaskan mengapa investasi masuk mencapai rekor baru setiap tahun karena semakin banyak perusahaan asing yang mempertimbangkan untuk mengurangi operasi mereka di China karena kesulitan ekonomi dan ketegangan dengan negara lain yang meningkat.

Baca Juga: Presiden Tsai: Kekuatan Tempur Militer Taiwan Lebih Matang dan Lebih Kuat

Perusahaan-perusahaan AS mengatakan dalam survei baru-baru ini yang dilakukan Dewan Bisnis AS-China bahwa mereka berencana untuk memperlambat investasi baru pada tahun depan. Sebagian besar karena kontrol pandemi yang begitu ketat di China.

"Era arus masuk investasi asing yang kuat yang terlihat pada 1990-an dan awal 2000-an telah berakhir," kata Raymond Yeung, kepala ekonom di Greater China, Australia dan New Zealand Banking Group.

"Pertumbuhan investasi asing langsung dalam beberapa tahun terakhir, mencakup meningkatnya kehadiran entitas China yang berlokasi di pusat-pusat pendanaan luar negeri, membuat penyajian investasi asing agak tidak akurat," tambahnya.

Tentu saja, beberapa perusahaan asing masih mengucurkan uang ke China, meskipun skala dan kecepatan ekspansi ini tidak sebesar yang diharapkan beberapa pejabat Beijing.




TERBARU

[X]
×