kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Masih gencatan senjata, Korea Selatan serukan dunia bantu Perang Korea berakhir


Rabu, 23 September 2020 / 14:59 WIB
ILUSTRASI. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berpidato pada peringatan tiga tahun pelantikannya sebagai Presiden di Istana Kepresidenan Blue House di Seoul, Korea Selatan, Minggu (10/5/2020).


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan

"Perdamaian di Semenanjung Korea masih dalam proses pembuatan dan perubahan yang dulunya penuh dengan harapan telah terhenti," ujar Moon. 

Dia menekankan pentingnya perdamaian di Semenanjung Korea. Sebab, menurutnya, itu akan menjamin perdamaian di Asia Timur Laut dan membawa perubahan positif pada tatanan dunia.

Baca Juga: Ada pergerakan di pangkalan utama, Korea Utara mau pamer rudal terbesar?

"Saya yakin, itu dimulai dengan mendeklarasikan diakhirinya perang, sebuah tindakan yang dapat menegaskan komitmen bersama untuk perdamaian," ungkap Moon. 

"Deklarasi akhir perang akan, memang, membuka pintu untuk menyelesaikan denuklirisasi dan rezim perdamaian permanen di Semenanjung Korea," imbuh dia.

Moon menambahkan, Korea adalah kawasan yang paling membutuhkan semangat PBB untuk mewujudkan perdamaian dunia.

Selanjutnya: ​Mengapa Korea Utara dan Korea Selatan bermusuhan? Ini penjelasannya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×