kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Masuki momen kritis, Korea Selatan desak warganya tidak keluar rumah


Sabtu, 29 Februari 2020 / 13:14 WIB
Masuki momen kritis, Korea Selatan desak warganya tidak keluar rumah
ILUSTRASI. Karyawan menggunakan masker untuk mencegah tertular virus corona berjalan di pabrik Hyundai Motors di Ulsan, Korea Selatan, 28 Februari 2020.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan mendesak warganya untuk tinggal di dalam rumah akhir pekan ini, setelah terjadi lonjakan harian terbesar dalam infeksi virus corona, dengan 594 kasus baru menjadi total 2.931.

Korea Selatan bergulat dengan wabah terbesar virus corona baru di luar China, dengan kematian 17 orang, di tengah rekor peningkatan infeksi sejak negara itu mengonfirmasi pasien pertama pada 20 Januari lalu.

"Kami meminta Anda untuk menahan diri dari mengambil bagian dalam acara-acara publik, termasuk acara keagamaan atau unjuk rasa, akhir pekan ini," kata Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan Kim Kang-lip, Sabtu (29/2).

Baca Juga: Virus corona makin menggila, AS kerek level travel advice ke Italia

"Imi adalah momen kritis dalam mengekang penyebaran virus," ujarnya dalam konferensi pers seperti dikutip Reuters. Jadi, "Silakan tinggal di rumah dan jangan pergi keluar dan meminimalkan kontak dengan orang lain".

Sebanyak 476 kasus baru berasal dari Tenggara Kota Daegu, lokasi sebuah gereja yang jadi pusat wabah, dan 60 lainnya dari provinsi terdekat Gyeongsang, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).

Otoritas kesehatan sudah memulai tes pada lebih dari 210.000 anggota dan 65.000 peserta gereja terkait dengan mayoritas kasus virus corona, setelah seorang wanita berusia 61 tahun yang disebut sebagai "Pasien 31" menghadiri acara keagamaan di sana sebelum positif terjangkit.

Baca Juga: Laporkan 594 kasus baru, infeksi virus corona di Korea Selatan nyaris tembus 3.000





Close [X]
×