kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Media Pemerintah China beri nada optimistis atas kemenangan Biden


Senin, 09 November 2020 / 15:40 WIB
ILUSTRASI. Joe Biden memberi isyarat, setelah media mengumumkan bahwa ia memenangkan Pemilihan Presiden AS 2020 di Wilmington, Delaware, AS, 7 November 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Ini adalah salah satu utas terakhir yang menghubungkan kedua belah pihak. Perlu dicatat, baik Beijing maupun Washington tidak memberanikan diri untuk membatalkan apa yang disebut kesepakatan fase satu yang mereka negosiasikan dengan susah payah," tulis China Daily, surat kabar berbahasa Inggris.

Ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia telah meningkat selama setahun terakhir, mengguncang rantai pasokan teknologi dan hubungan perdagangan, serta memicu kekhawatiran bahwa perang finansial bisa terjadi.

Tekanan AS, bersama dengan pandemi virus corona global, telah menempatkan China pada misi untuk mengurangi ketergantungannya atas pasar luar negeri dan teknologi untuk pembangunan ekonominya.

Itu sebagai bagian dari model pertumbuhan "sirkulasi ganda" baru untuk mengarahkan ekonominya.

"China harus menjadi negara yang tidak dapat ditekan atau didestabilisasi oleh AS, dan menjadikan kerjasama dengan China sebagai pilihan terbaik bagi AS untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya," tambah Global Times.

Selanjutnya: Trump kalah dari Biden, Taiwan kini ketar-ketir soal nasibnya melawan China




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×