kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

PBB: Wabah Ebola Berpotensi Rugikan Ekonomi Afrika hingga US$3,6 Miliar


Selasa, 30 Juni 2026 / 22:17 WIB
PBB: Wabah Ebola Berpotensi Rugikan Ekonomi Afrika hingga US$3,6 Miliar
ILUSTRASI. Ebola (dok/dok)


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada hari Selasa (30/6) bahwa wabah Ebola dapat merugikan Afrika hingga US$3,6 miliar dan ratusan ribu lapangan kerja, berpotensi menyebabkan krisis pembangunan.

Wabah strain Bundibugyo dari Ebola, yang belum ada vaksin atau pengobatan yang teruji, telah menginfeksi 1.307 orang dan menewaskan 377 orang di Republik Demokratik Kongo sejak dinyatakan pada 15 Mei, kata pemerintah.

Jumlah kasus yang jauh lebih kecil telah dilaporkan di Uganda dan para ahli memperingatkan kemungkinan penyebarannya ke negara tetangga lainnya, seperti Sudan Selatan.

Baca Juga: Harga Rumah Australia Anjlok, Terparah Sejak Akhir 2022

“Jika kita memiliki sumber daya dan kita meningkatkan upaya, kita dapat mengendalikan wabah ini dan mencegah kerugian lebih lanjut,” kata Damien Mama, perwakilan tetap Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) di Kongo.

“Jika tidak, keadaan darurat kesehatan ini berisiko menjadi krisis pembangunan yang jauh lebih dalam dan berkepanjangan di seluruh wilayah dan berpotensi di seluruh benua.”

UNDP menguraikan tiga skenario untuk wabah tersebut. Dalam skenario terbaik, di mana epidemi tetap terkendali di kedua negara, biayanya adalah US$1 miliar untuk PDB Kongo, kata laporan itu.

Dalam skenario terburuk, penyakit ini menyebar ke negara-negara termasuk Rwanda dan Angola dan bertepatan dengan kenaikan biaya bahan bakar yang terkait dengan krisis Iran, memangkas PDB benua sebesar US$3,6 miliar dan mengakibatkan hilangnya 328.000 pekerjaan, demikian laporan tersebut.

Baca Juga: Program Harga Obat Murah Trump Hadapi Penolakan Industri Farmasi


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×