kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Bocoran iPhone 18 Pro Muncul di Dark Web


Selasa, 30 Juni 2026 / 14:51 WIB
Bocoran iPhone 18 Pro Muncul di Dark Web
ILUSTRASI. Ratusan komponen rahasia iPhone 18 Pro dan daftar pemasoknya bocor. (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kebocoran data yang menimpa pemasok Apple di India kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan rantai pasok perusahaan teknologi tersebut. Kali ini, kelompok ransomware World Leaks diduga membocorkan daftar pemasok komponen sensitif hingga foto-foto yang diyakini sebagai iPhone 18 Pro yang belum dirilis.

Dokumen yang beredar di dark web tersebut berasal dari kebocoran data yang dialami Tata Electronics, salah satu mitra manufaktur utama Apple di India. Berdasarkan dokumen yang ditinjau Reuters dan sumber yang mengetahui persoalan tersebut, file-file yang bocor berisi daftar komponen, identitas pemasok, hingga foto perangkat yang sedang menjalani pengujian.

Kebocoran ini dinilai dapat mengganggu strategi manufaktur Apple yang selama ini sangat menjaga kerahasiaan hubungan dengan para pemasoknya di seluruh dunia. Informasi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan oleh pesaing, pembuat produk tiruan (counterfeiter), maupun pemasok lain untuk mengetahui struktur rantai pasok Apple.

Tata Electronics saat ini memiliki peran strategis dalam ekosistem produksi Apple. Selain memasok berbagai komponen, perusahaan juga merakit iPhone sebagai contract manufacturer.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun 1%, Pasar Tunggu Kepastian Dialog AS-Iran

Posisi Tata semakin penting seiring langkah Apple mendiversifikasi produksi dari China ke India, yang sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi untuk menjadikan negara tersebut sebagai pusat manufaktur elektronik global.

Kebocoran terjadi menjelang peluncuran seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang diperkirakan berlangsung pada September mendatang.

Waktu kemunculan data tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi Apple, yang sebelumnya telah menaikkan harga iPad dan MacBook akibat lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan. Sejumlah analis juga memperkirakan Apple akan menaikkan harga iPhone dalam beberapa bulan ke depan.

Ungkap Ratusan Komponen iPhone 18 Pro

Reuters sebelumnya melaporkan lebih dari 200.000 file hasil peretasan terhadap Tata Electronics telah dipublikasikan oleh World Leaks di dark web.

Kebocoran tersebut juga mencakup dokumen desain komponen iPhone generasi lama, sebagian komponen Tesla, serta dokumen milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan Qualcomm yang merupakan pemasok komponen untuk iPhone.

Baca Juga: Cadangan Minyak Strategis AS Turun 5,5 Juta Barel, Terendah Sejak 1983

Dokumen terbaru yang ditinjau Reuters menunjukkan sedikitnya terdapat enam file yang memetakan berbagai komponen iPhone 18 Pro dengan perusahaan pemasoknya secara spesifik. Informasi tersebut mencakup detail chip pada papan sirkuit utama, komponen baterai, hingga modul kamera.

Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Apple menganggap informasi tersebut sangat sensitif karena berkaitan dengan produk yang belum diumumkan secara resmi.

"Apple menganggap rincian ini sebagai informasi sensitif dan khawatir dokumen tersebut dibagikan di dark web karena berkaitan dengan model yang belum dirilis," ujar sumber tersebut.

Ia menambahkan bahwa dokumen tersebut memetakan hubungan antara pemasok dan komponen iPhone, informasi yang selama ini tidak pernah diungkap Apple dalam daftar pemasok resminya.

Secara keseluruhan, dokumen itu menguraikan ratusan komponen yang akan digunakan pada iPhone 18 Pro. Data tersebut juga memperlihatkan komponen mana yang dipasok oleh beberapa perusahaan sekaligus serta komponen yang hanya bergantung pada sedikit pemasok.

Kondisi ini dinilai membuka informasi mengenai posisi tawar Apple dalam negosiasi sekaligus titik-titik kerentanan pada rantai pasoknya.

Hingga kini, baik Apple maupun Tata Electronics belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Reuters.

World Leaks sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas insiden peretasan terhadap Nike. Reuters sendiri belum dapat memverifikasi keaslian seluruh data yang bocor maupun memperoleh tanggapan langsung dari kelompok ransomware tersebut.

Media teknologi AppleInsider lebih dahulu melaporkan pekan lalu bahwa dokumen terkait iPhone 18 Pro termasuk dalam data hasil kebocoran dari Tata Electronics.

Foto Uji Jatuh Ikut Bocor

Reuters sebelumnya juga melaporkan Apple tengah menyelidiki insiden tersebut bersama Tata Electronics. Tata diketahui telah membatasi akses internal terhadap sistem-sistem sensitif serta menunjuk konsultan global untuk melakukan audit forensik.

Baca Juga: Singapura Akan Menaikkan Tarif Listrik 17% Imbas Krisis Timur Tengah

Menurut sumber Reuters, sejumlah file yang bocor memiliki watermark bertuliskan "Apple Confidential" beserta nama kode internal Apple yang konsisten dengan pengembangan iPhone 18 Pro.

Di dalam folder tersebut juga terdapat foto-foto perangkat iPhone yang sedang menjalani uji jatuh (drop test) di salah satu fasilitas Tata Electronics pada awal 2026.

Foto-foto itu memperlihatkan sebuah ponsel berwarna abu-abu dengan desain berbentuk slab, logo Apple di bagian belakang, serta konfigurasi tiga kamera utama.

Reuters tidak dapat memastikan nomor model perangkat tersebut. Namun, sumber yang mengetahui persoalan itu menyebut foto tersebut merupakan unit iPhone 18 Pro.

Taruhan Besar Apple di India

Insiden kebocoran ini dinilai menguji hubungan kepercayaan antara Apple dan Tata Electronics, terutama ketika India menjadi pusat strategi diversifikasi manufaktur Apple di luar China.

Langkah tersebut menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan riset Counterpoint, India diperkirakan akan memproduksi sekitar 26% dari total iPhone dunia pada 2026, meningkat tajam dibandingkan hanya sekitar 6% empat tahun sebelumnya.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×