kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.910   40,00   0,22%
  • IDX 5.662   -158,96   -2,73%
  • KOMPAS100 731   -21,13   -2,81%
  • LQ45 557   -15,85   -2,77%
  • ISSI 196   -4,87   -2,42%
  • IDX30 317   -8,35   -2,57%
  • IDXHIDIV20 392   -9,38   -2,34%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 106   -1,97   -1,82%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Cadangan Minyak Strategis AS Turun 5,5 Juta Barel, Terendah Sejak 1983


Selasa, 30 Juni 2026 / 14:14 WIB
Cadangan Minyak Strategis AS Turun 5,5 Juta Barel, Terendah Sejak 1983
ILUSTRASI. Cadangan minyak AS tergerus 111,4 juta barel sejak Februari. Kondisi ini membuat keseimbangan pasokan minyak di AS semakin ketat. (DOK/energytoday.com)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan minyak mentah di Strategic Petroleum Reserve (SPR) atau Cadangan Minyak Strategis Amerika Serikat kembali menyusut ke titik terendah dalam lebih dari empat dekade.

Penurunan ini terjadi di tengah upaya pemerintah AS melepaskan cadangan minyak untuk meredam lonjakan harga energi dan menjaga pasokan global setelah pecahnya perang Iran.

Berdasarkan data Departemen Energi Amerika Serikat, stok minyak mentah di SPR turun sebanyak 5,5 juta barel menjadi 325,7 juta barel. Jumlah tersebut merupakan level terendah sejak Mei 1983.

Penurunan cadangan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan pemerintah Amerika Serikat untuk melepaskan total 172 juta barel minyak dari fasilitas SPR. Langkah itu dilakukan guna menutup kekurangan pasokan di pasar minyak global setelah perang Iran sekaligus membantu menekan harga bahan bakar di dalam negeri.

Baca Juga: Singapura Akan Menaikkan Tarif Listrik 17% Imbas Krisis Timur Tengah

Selain pelepasan cadangan strategis, persediaan minyak mentah komersial AS juga mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan ekspor serta meningkatnya aktivitas pengolahan minyak (refining), yang mempercepat penarikan stok minyak mentah domestik.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari, total persediaan minyak Amerika Serikat—yang mencakup stok komersial dan cadangan di Strategic Petroleum Reserve—telah berkurang sekitar 111,4 juta barel.

Hingga 19 Juni, total persediaan minyak AS tercatat tinggal 743,3 juta barel. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak 1984, mencerminkan semakin ketatnya keseimbangan pasokan minyak di negara konsumen energi terbesar di dunia.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×