kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Defisit Thailand Capai US$6,4 Miliar, Ekspor Melesat Tapi Impor Melonjak Lebih Tinggi


Selasa, 30 Juni 2026 / 15:36 WIB
Diperbarui Selasa, 30 Juni 2026 / 15:39 WIB
Defisit Thailand Capai US$6,4 Miliar, Ekspor Melesat Tapi Impor Melonjak Lebih Tinggi
ILUSTRASI. Thailand mencatat defisit neraca transaksi berjalan sebesar US$ 6,4 miliar dolar AS pada Mei (REUTERS/Jittrapon Kaicome)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand mencatat defisit neraca transaksi berjalan sebesar US$ 6,4 miliar dolar AS pada Mei. Baik ekspor maupun impor bank ini mengalami kenaikan.

Reuters melaporkan, Selasa (30/6/2026), Bank of Thailand mengumumkan ekspor, yang merupakan penggerak utama pertumbuhan Thailand, naik 9,8% di Mei. Tahun ini, ekspor diperkirakan naik 14%

Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi setahun sebelumnya. Bank of Thailand juga mengumumkan impor naik 34,5%.

Baca Juga: Aktivitas Manufaktur China Kembali Ekspansi Ditopang Lonjakan Permintaan Produk AI

Di sisi lain, Kementerian Perindustrian Thailand mengumumkan, produksi pabrik tercatat turun 0,8% pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya. Penyebabnya, produksi mobil yang lebih lemah, inflasi yang tinggi, dan konflik di Timur Tengah.

Bank of Thailand juga menyebut ekonomi stabil pada Mei dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi diperkirakan melambat. Pekan lalu, bank sentral Thailand mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah dan menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 2,3%.

Kabinet Thailand, Selasa (30/6/2026) menyetujui perpanjangan pemotongan biaya transfer kepemilikan dan pendaftaran hipotek selama satu tahun lagi untuk mendukung sektor properti yang sedang kesulitan. Pengurangan biaya menjadi 0,01% untuk properti tertentu akan berlaku hingga Juni 2027.

Baca Juga: Bocoran iPhone 18 Pro Muncul di Dark Web

Thailand berencana menjual obligasi pemerintah hingga 345,6 miliar baht ($10,4 miliar) selama kuartal Juli-September untuk restrukturisasi dan pengelolaan utang, kata Kementerian Keuangan. Obligasi tersebut akan dijual di dalam negeri.


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×