kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Investor Ritel Mulai Jual Saham SpaceX Setelah Reli Pasca-IPO


Selasa, 11 Agustus 2026 / 19:59 WIB
Investor Ritel Mulai Jual Saham SpaceX Setelah Reli Pasca-IPO
ILUSTRASI. Investor ritel mulai mengurangi kepemilikan saham SpaceX setelah sebelumnya menjadi salah satu kelompok yang paling aktif  (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor ritel mulai mengurangi kepemilikan saham SpaceX setelah sebelumnya menjadi salah satu kelompok yang paling aktif menopang pergerakan saham perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut sejak melantai di bursa pada Juni 2026.

Berdasarkan data Vanda Research, investor individu mencatatkan penjualan bersih saham SpaceX sebesar US$4,5 juta pada 7 Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi penjualan bersih pertama investor ritel sejak SpaceX melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 12 Juni 2026.

Perubahan arus dana tersebut menunjukkan adanya pergeseran sentimen investor ritel setelah mereka selama beberapa pekan konsisten melakukan pembelian saham SpaceX.

"Peralihan dari pembelian bersih yang terus-menerus menjadi penjualan jarang disebabkan oleh satu katalis. Biasanya, hal itu merupakan kombinasi antara aksi ambil untung, kelelahan mempertahankan posisi, dan investor yang kembali menilai risiko dibandingkan imbal hasil," ujar Sam North, analis pasar di eToro.

Menurut North, aksi jual pada Jumat menarik perhatian karena investor ritel justru menjadi penjual bersih ketika saham SpaceX tengah mengalami rebound kuat dan kembali diperdagangkan di sekitar harga IPO.

Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, Sedikitnya 164 Orang Tewas

"Jumat sangat menarik karena investor ritel berubah menjadi penjual bersih ketika saham sedang rebound dengan kuat dan kembali berada di sekitar harga IPO. Hal itu lebih terlihat seperti investor memanfaatkan penguatan harga untuk mengambil sebagian keuntungan daripada aksi jual karena panik," katanya.

Aksi Jual Investor Ritel Masih Relatif Kecil

Meski menjadi penjualan bersih pertama sejak IPO, nilai aksi jual investor ritel tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan transaksi pembelian saham SpaceX sebelumnya.

Data Vanda Research mencatat, pembelian bersih harian terbesar saham SpaceX oleh investor ritel mencapai US$144,6 juta pada 16 Juni 2026.

Dengan demikian, penjualan bersih sebesar US$4,5 juta pada 7 Agustus masih jauh lebih rendah dibandingkan arus pembelian terbesar yang pernah tercatat sejak saham SpaceX diperdagangkan di bursa.

Perubahan sentimen tersebut juga terjadi hanya beberapa hari setelah investor individu melakukan aksi "buy the dip" atau membeli ketika harga turun.

Pada 5 Agustus, saham SpaceX anjlok 13,6%. Pada hari yang sama, pembelian bersih oleh investor ritel menjadi yang terbesar keempat sejak SpaceX mencatatkan debut perdananya di bursa pada Juni.

Penurunan saham terjadi setelah investor merespons laporan keuangan kuartalan pertama SpaceX sebagai perusahaan terbuka. Dalam laporan tersebut, SpaceX menonjolkan potensi percepatan imbal hasil dari belanja di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Namun, investor masih mempertanyakan seberapa lama bisnis Starlink yang menghasilkan keuntungan dapat menopang kebutuhan investasi AI SpaceX yang membutuhkan biaya besar.

Saham SpaceX Sempat Melonjak 67%

Perubahan sentimen investor ritel tersebut sejalan dengan pergerakan saham SpaceX yang mengalami pembalikan cukup tajam sejak IPO.

Saham SpaceX sempat melonjak hingga 67% di atas harga IPO sebesar US$135 pada Juni. Namun, kenaikan tersebut kemudian terhapus seluruhnya dan saham bahkan sempat turun lebih dari 22% di bawah harga penawaran perdananya pada Agustus.

Dalam perdagangan terakhir yang dilaporkan, saham SpaceX naik 1,4% menjadi US$134,95 pada awal perdagangan. Sebelumnya, saham tersebut telah melonjak hampir 23% dalam sepekan terakhir.

Meski mengalami rebound, saham SpaceX tercatat ditutup di bawah harga IPO setiap hari sejak 16 Juli 2026.

Baca Juga: Penjualan Mobil China Turun 10 Bulan Beruntun, Ekspor Justru Melonjak

Investor Ritel Punya Peran Besar

Investor ritel memiliki peran cukup besar dalam perjalanan SpaceX di pasar modal. Setidaknya 30% saham yang tersedia saat debut perdana dialokasikan untuk investor ritel.

Jai Malhi, senior equity strategist di Vanda Research, memperkirakan investor ritel rata-rata membeli saham SpaceX pada harga US$147 sejak IPO.

Dengan posisi rata-rata tersebut, aksi jual terbaru investor ritel dapat berkaitan dengan upaya mengurangi kerugian ketika harga saham kembali mendekati level tertentu.

"Penjualan tersebut mungkin merupakan upaya untuk memotong kerugian pada saat yang tepat," kata Malhi.

Popularitas SpaceX di kalangan investor ritel juga terlihat dari aktivitas pembahasan di media sosial. Dalam sepekan terakhir, SpaceX menjadi saham dengan ticker yang paling banyak disebut kedua di forum Reddit r/WallStreetBets, berdasarkan data agregator sentimen SwaggyStocks.

Jumlah Saham yang Beredar Meningkat

Selain perubahan sentimen investor, kondisi likuiditas saham SpaceX di pasar juga mengalami perubahan.

Jumlah saham SpaceX yang tersedia untuk diperdagangkan secara publik meningkat lebih dari dua kali lipat setelah berakhirnya periode lock-up pertama dari sejumlah pembatasan perdagangan saham yang berlaku setelah IPO.

Berakhirnya pembatasan tersebut meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar dan berpotensi memberikan ruang lebih besar bagi investor untuk melakukan transaksi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×