kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Memanas! Ini Kronologi Filipina dan China Berebut Puing Roket di Laut China Selatan


Selasa, 22 November 2022 / 05:05 WIB
Memanas! Ini Kronologi Filipina dan China Berebut Puing Roket di Laut China Selatan
ILUSTRASI. Penjaga pantai China secara paksa menyita puing-puing roket China yang diduga ditarik oleh angkatan laut Filipina ke pulaunya di Laut China Selatan.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MANILA. Ketegangan terjadi di Laut China Selatan pada Senin (21/11/2022). Penjaga pantai China secara paksa menyita puing-puing roket China yang diduga ditarik oleh angkatan laut Filipina ke pulaunya di Laut China Selatan. 

Hal tersebut diungkapkan oleh pejabat militer Filipina, dalam konfrontasi terbaru di laut yang disengketakan.

Melansir The Guardian, menurut Wakil Laksamana Alberto Carlos, kapal China itu dua kali memblokir kapal angkatan laut Filipina sebelum menyita puing-puing terapung yang ditariknya pada Minggu di lepas pantai pulau Thitu yang diduduki Filipina. Dia mengatakan tidak ada yang terluka dalam insiden itu.

Insiden itu terjadi hanya beberapa jam sebelum wakil presiden AS Kamala Harris tiba di Filipina untuk melakukan pembicaraan dengan presiden Ferdinand Marcos Jr, di mana para pemimpin diperkirakan akan membahas penguatan aliansi keamanan mereka. 

Berbicara menjelang pertemuan mereka pada hari Senin, Harris mengatakan AS memiliki "komitmen yang tak tergoyahkan" untuk mempertahankan aturan dan norma internasional di Laut China Selatan.

Baca Juga: Korut Tembakkan Rudal yang Termasuk Kendaraan Hulu Ledak Nuklir, Bikin Panik Jepang

“Serangan bersenjata terhadap Filipina, angkatan bersenjata, kapal publik atau pesawat terbang di Laut China Selatan akan meminta komitmen pertahanan bersama AS dan itu adalah komitmen yang tak tergoyahkan yang kita miliki untuk Filipina,” katanya.

Kapal penjaga pantai China telah memblokir kapal pasokan Filipina yang mengirimkan pasokan ke pasukan Filipina di perairan yang disengketakan di masa lalu. Akan tetapi, menyita objek milik militer negara lain merupakan tindakan yang lebih berani.

Insiden hari Senin adalah gejolak terbaru dalam sengketa teritorial yang telah lama memanas di perairan strategis yang melibatkan China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.

Baca Juga: Negara Mana Saja yang Memiliki Militer Terkuat Dunia? Ini Daftarnya




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×