kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS944.000 2,83%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Membedah BelugaXL, si "paus terbang", kargo super-transporter Airbus


Minggu, 19 Januari 2020 / 08:00 WIB
Membedah BelugaXL, si

Sumber: CNN | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - PARIS. Akhirnya salah satu pesawat yang paling ditunggu-tunggu di dunia penerbangan, Airbus Beluga XL, beroperasi secara penuh setelah melakukan penerbangan operasional pertamanya pada 9 Januari 2020 lalu.

Beluga XL akan menjadi salah satu pesawat terbesar di langit. Airbus menjulukinya "paus terbang" karena desainya yang mirip mamalia raksasa itu.

Baca Juga: Mengenal BelugaXL, pesawat kargo terbesar di dunia buatan Airbus

Anda memang tidak akan dapat melakukan perjalanan menggunakan Beluga XL karena pesawat ini bukan untuk pesawat penumpang. Tetapi Beluga akan memainkan bagian penting dari pembangunan banyak pesawat penumpang komersial yang akan kita gunakan selama beberapa dekade mendatang.

Beluga XL, pesawat kargo super-transporter dirancang oleh Airbus untuk menerbangkan komponen pesawat Airbus ke lokasi produksi di Eropa dan jalur perakitan terakhir di Toulouse, Prancis; Hamburg, Jerman; dan Tianjin, China.

A330 yang dimodifikasi

Beluga XL adalah penerus Beluga, atau Airbus A300-600ST, yang telah beroperasi sejak 1995.

Desainnya diadaptasi dari pesawat A330, dengan insinyur Airbus menurunkan dek penerbangan dan mencangkokkan teluk kargo besar ke badan pesawat untuk menciptakan bentuknya yang khas.

Melalui palka di bagian depan yang membuka ke atas pada "gelembung," sayap pesawat Airbus yang sudah selesai, bagian badan pesawat dan komponen lainnya dengan mudah meluncur masuk dan keluar.

BelugaXL telah mulai beroperasi, memberikan Airbus 30% kapasitas angkut tambahan untuk mendukung peningkatan produksi program pesawat komersial yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Boeing catatkan kinerja terburuk dalam 11 tahun terakhir

Bentuk bulat khas pesawat ini membuatnya mendapat julukan "paus terbang". Itu karena kemiripannya yang kuat dengan mamalia yang tinggal di Kutub Utara berwarna putih, beluga.




TERBARU

Close [X]
×