kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Boeing catatkan kinerja terburuk dalam 11 tahun terakhir


Rabu, 15 Januari 2020 / 16:52 WIB
Boeing catatkan kinerja terburuk dalam 11 tahun terakhir
ILUSTRASI. Logo Boeing

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Keputusan Malaysia Airlines menangguhkan pengiriman pesanan 25 unit pesawat jet 737 MAX menjadi pukulan telah bagi Boeing Co. Terlebih setelah produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) ini merilis kinerja tahun 2019 sebagai yang terburuk.

Mengutip Reuters, permintaan pemesanan tahunan pesawat Boeing pada 2019 merupakan yang terburuk dalam 11 tahun terakhir. Larang terbang pesawat 737 MAX juga membuatnya kalah dari bersaing dengan pabrikasi pesawat asal Prancis yakni Airbus.

Derita Boeing dimulai setelah pesawat jenis 737 MAX dilarang terbang sejak tahun lalu pasca kecelakaan fatal yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Baca Juga: Malaysia Airlines menangguhkan pengiriman 25 pesawat Boeing

Sebelumnya, Virgin Australia Holdings Ltd telah menunda pengiriman pertama unit 737 MAX yang dipesannya selama 2 tahun ke depan untuk mengurangi belanja modal. Norwegian Air Shuttle ASA juga menyampaikan telah sepakat dengan Boeing untuk menunda pengiriman 14 unit 737 MAX yang harusnya datang pada 2020 dan 2021.

Boeing melaporkan ada pengurangan sebanyak 183 pesanan pesawat 737 MAX pada 2019 yang di dalamnya termasuk pesanan yang ditangguhkan. Di sisi lain, penyebab berkurangnya pesanan itu disebut juga berasal dari bangkrutnya pelanggan utamanya yakni Jet Airways Ltd di India.

Baca Juga: Dipecat dari CEO Boeing, Dennis Muilenburg kantongi Rp 855 miliar

Di sisi lain, pemerintah Malaysia tengah mencari pembeli untuk Malaysia Airlines yang kini penuh utang. Perusahaan kian tertekan karenabelum pulih dari dua tragedi yang alami maskapai itu tahun 2014 saat penerbangan MH370 menghilang dan masih menjadi misteri hingga kini, serta penerbangan MH17 ditembak jatuh di bagian timur Ukraina.

Analis menilai maskapai yang terlilit utang seperti Malaysia Airlines yang terlalu banyak memesan pesawat bisa memanfaatkan larangan terbang 737 MAX melakukan negosiasi ulang untuk merestrukturisasi pesanannya.




TERBARU

Close [X]
×