kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.886.000   2.000   0,11%
  • USD/IDR 16.555   -55,00   -0,33%
  • IDX 6.980   147,08   2,15%
  • KOMPAS100 1.012   25,10   2,54%
  • LQ45 787   21,71   2,84%
  • ISSI 220   2,17   0,99%
  • IDX30 409   11,84   2,98%
  • IDXHIDIV20 482   15,28   3,27%
  • IDX80 114   2,54   2,27%
  • IDXV30 116   2,05   1,79%
  • IDXQ30 133   4,16   3,22%

Menentang jam malam, pengunjuk rasa Mesir memutuskan berkemah


Senin, 31 Januari 2011 / 11:09 WIB


Reporter: Edy Can, Reuters | Editor: Edy Can

KAIRO. Aksi unjuk rasa di Mesir kian panas. Para demonstran memutuskan berkemah di Tahrir Square, lapangan yang menjadi pusat unjuk rasa di Mesir.

Aksi demonstran untuk berkemah ini jelas menentang pemberlakuan jam malam. Namun, ribuan demonstran telah bersumpah tetap bertahan sampai Presiden Hosni Mubarak mundur.

Demonstrasi yang sudah berlangsung selama enam hari ini telah menewaskan kurang lebih 100 orang. Para pengunjuk rasa menuntut pemerintahan yang demokratis.

Aksi unjuk rasa ini juga diikuti oleh pemimpin oposisi Mesir, Mohamed El Baradei. Pemenang nobel perdamaian ini mendesak, Mubarak segera mundur dari jabatannya.

El Baradei juga mendesak Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menarik dukungannya terhadap Mubarak. "Obama lebih baik tidak muncul . Ini saatnya dia untuk pergi," katanya.

Krisis di Mesir ini ternyata juga berimbas pada pasar global. Harga minyak jenis Brent sempat naik mencapai harga tertinggi dalam 28 bulan terakhir atau hampir US$ 100 per barel.



TERBARU
Kontan Academy
Cara Praktis Menyusun Sustainability Report dengan GRI Standards Strive

[X]
×