CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Menentang jam malam, pengunjuk rasa Mesir memutuskan berkemah


Senin, 31 Januari 2011 / 11:09 WIB


Reporter: Edy Can, | Editor: Edy Can

KAIRO. Aksi unjuk rasa di Mesir kian panas. Para demonstran memutuskan berkemah di Tahrir Square, lapangan yang menjadi pusat unjuk rasa di Mesir.

Aksi demonstran untuk berkemah ini jelas menentang pemberlakuan jam malam. Namun, ribuan demonstran telah bersumpah tetap bertahan sampai Presiden Hosni Mubarak mundur.

Demonstrasi yang sudah berlangsung selama enam hari ini telah menewaskan kurang lebih 100 orang. Para pengunjuk rasa menuntut pemerintahan yang demokratis.

Aksi unjuk rasa ini juga diikuti oleh pemimpin oposisi Mesir, Mohamed El Baradei. Pemenang nobel perdamaian ini mendesak, Mubarak segera mundur dari jabatannya.

El Baradei juga mendesak Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menarik dukungannya terhadap Mubarak. "Obama lebih baik tidak muncul . Ini saatnya dia untuk pergi," katanya.

Krisis di Mesir ini ternyata juga berimbas pada pasar global. Harga minyak jenis Brent sempat naik mencapai harga tertinggi dalam 28 bulan terakhir atau hampir US$ 100 per barel.




TERBARU

[X]
×