kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,21   -3,65   -0.36%
  • EMAS963.000 0,94%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Mengaku kebal virus corona, cuitan Donald Trump ditegur Twitter


Senin, 12 Oktober 2020 / 06:56 WIB
Mengaku kebal virus corona, cuitan Donald Trump ditegur Twitter
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mengaku telah kebal virus corona dan siap melakukan kegiatan kampanye kembali.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON D.C. Twitter pada hari Minggu (11/10), memberikan peringatan pada salah satu cuitan Donald Trump yang mengklaim dirinya telah kebal virus corona.

Presiden AS Donald Trump mengaku telah kebal virus corona setelah sembuh dari infeksi beberapa hari lalu. Bagi Twitter, pengakuan tersebut melanggar aturan media sosial terkait informasi menyesatkan soal Covid-19.

"Tanda yang total dan lengkap dari Dokter Gedung Putih sudah disampaikan kemarin. Artinya saya tidak bisa (kebal) terinfeksi, dan tidak bisa juga menularkannya. Senang mengetahui itu," ungkap Trump melalui akun Twitter pribadinya.

Klaim pribadi Trump tersebut rupanya menarik sistem keamanan Twitter yang sejak pandemi memang gencar menyoroti seragkaian kabar palsu seputar virus corona.

"Tweet ini melanggar peraturan Twitter tentang menyebarkan informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya terkait Covid-19," ungkap Twitter. 

Baca Juga: Trump klaim dirinya sudah pulih dari Covid-19, siap untuk kampanye lagi

Kepada Reuters, juru bicara Twitter mengatakan bahwa Tweet tersebut memuat klaim kesehatan yang menyesatkan tentang Covid-19. Saat ini segala postingan yang berhubungan dengan klaim tersebut mulai dibatasi agar penyebaran informasi bisa dikontrol.

Trump yang baru saja dinyatakan telah pulih sepenuhnya dari Covid-19, pada hari Minggu kembali muncul di hadapan publik dan menyatakan siap untuk melanjutkan aktivitas kampanye menjelang pemilu presiden AS bulan November.

Melalui akun Twitter pribadinya, Trump mengaku telah kebal virus corona dan bahkan tidak memiliki risiko menularkan kepada orang lain. Pernyataan Trump tersebut seolah ingin meyakinkan publik bahwa sang presiden baik-baik saja.

Secara ilmiah, belum ada data yang jelas mengenai berapa lama orang yang telah pulih dari Covid-19 memiliki antibodi dan terlindungi dari kemungkinan infeksi kedua.

Saat ini Trump memiliki keinginan kuat untuk bisa kembali berkampanye dan melakukan debat capres AS kedua melawan Joe Biden pada tanggal 3 November mendatang. Ia juga menolak hadir jika debat tersebut harus dilakukan secara virtual.

Selanjutnya: Uji coba terbaru: Obat Remdesivir percepat kesembuhan pasien Covid-19 hingga 5 hari




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×