kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.113   81,41   1,01%
  • KOMPAS100 1.143   10,78   0,95%
  • LQ45 827   6,17   0,75%
  • ISSI 288   3,89   1,37%
  • IDX30 430   3,27   0,77%
  • IDXHIDIV20 517   3,70   0,72%
  • IDX80 128   1,26   1,00%
  • IDXV30 141   1,87   1,34%
  • IDXQ30 140   0,91   0,65%

Mengenal Ad5-nCoV, vaksin Covid-19 pertama China


Selasa, 18 Agustus 2020 / 09:17 WIB
Mengenal Ad5-nCoV, vaksin Covid-19 pertama China
ILUSTRASI. Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19. REUTERS/Anton Vaganov


Sumber: People's Daily | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Peringatan lain adalah bahwa dengan vektor vaksin menjadi virus flu biasa, orang mungkin memiliki kekebalan yang sudah ada sebelumnya yang membunuh pembawa virus sebelum vaksin dapat diterapkan, yang sebagian dapat menghambat respons kekebalan.

Baca Juga: Narendra Modi: Tiga vaksin virus corona sedang diuji di India

Dibandingkan dengan orang yang lebih muda, peserta yang lebih tua umumnya memiliki respons kekebalan yang lebih rendah secara signifikan, studi Lancet menemukan. Akibatnya, orang lanjut usia mungkin memerlukan dosis tambahan untuk menginduksi respons kekebalan yang lebih kuat, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi pendekatan ini.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×