kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Mengintip Program S$300 CDC Vouchers, Bantuan Biaya Hidup Bagi Warga Singapura


Jumat, 02 Januari 2026 / 18:39 WIB
Mengintip Program S$300 CDC Vouchers, Bantuan Biaya Hidup Bagi Warga Singapura
ILUSTRASI. Singapura (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Channel News Asia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga warga Singapura bisa mengklaim S$300 (US$233) dalam bentuk CDC vouchers atau voucher Dewan Pengembangan Komunitas (Community Development Council).

Melansir laman Channelnewsasia.com, program ini dirancang untuk membantu warga menghadapi tantangan biaya hidup, dengan pembagian S$150 untuk belanja di pedagang lokal dan hawker, serta S$150 di supermarket peserta program.

Satu anggota rumah tangga dapat mengakses go.gov.sg/cdcv dan masuk menggunakan Singpass untuk mengklaim voucher digital.

Baca Juga: Harga Minyak Stabil Setelah Mencatat Penurunan Tahunan Terbesar Sejak 2020

Setelah diklaim, SMS dari gov.sg akan dikirim ke nomor ponsel terdaftar berisi tautan voucher unik yang bisa dibagikan antar anggota rumah tangga. Voucher ini berlaku hingga 31 Desember 2026.

Deputi Perdana Menteri Gan Kim Yong, yang juga Menteri Perdagangan dan Industri, mengumumkan peluncuran ini di Punggol 21 Community Club, Jumat pagi.

“Lebih dari 24.000 pedagang lokal dan hawker bergabung dalam skema CDC tahun ini, naik dari sekitar 23.000 pada 2025,” ujarnya.

Delapan jaringan supermarket juga ikut serta, antara lain Cold Storage, Giant, NTUC FairPrice, dan Sheng Siong.

Gan menekankan, meski pertumbuhan ekonomi Singapura diperkirakan mencapai 4,8% pada 2025, tantangan tetap ada, termasuk perubahan rantai pasok, fragmentasi kebijakan perdagangan, dan transformasi bisnis akibat teknologi seperti AI.

“CDC Vouchers memberikan dukungan praktis sementara Economic Strategy Review menyiapkan fondasi masa depan. Keduanya berjalan beriringan,” tambah Gan.

Baca Juga: Dolar AS Mulai 2026 Menguat Tipis Usai Penurunan Terbesar 8 Tahun

Fokus pada Pedagang Lokal dan F&B

Mayor Distrik Barat Daya Low Yen Ling mengatakan, pedagang lokal, terutama di sektor makanan, tetap menjadi fokus utama skema CDC.

“Lebih dari setengah dari 24.000 pedagang yang berpartisipasi berasal dari sektor F&B,” katanya.

Tingkat klaim CDC vouchers rata-rata mencapai lebih dari 97,7% dalam tujuh tranche terakhir selama empat tahun terakhir.

Lebih dari 1,3 juta rumah tangga telah mengklaim tranche sebelumnya pada Mei 2025 dengan tingkat klaim 98,1%.

Total pengeluaran dari tranche sebelumnya telah mencapai lebih dari S$652 juta, setara dengan hampir S$4 miliar sejak peluncuran awal pada Desember 2021.

Baca Juga: Bursa Saham Eropa Tembus ke Rekor Tertinggi di Perdagangan Perdana Tahun 2026

Panduan dan Bantuan untuk Warga

Untuk tranche kali ini, surat pemberitahuan tidak akan dikirimkan. Informasi klaim tersedia melalui platform digital, media sosial, iklan surat kabar, dan poster komunitas.

Dari 2–15 Januari, lebih dari 500 relawan dari berbagai institusi pendidikan dan CDC ambassadors akan membantu warga di Community Centres dan SG Digital Community Hubs.

Low menekankan warga harus berhati-hati.

“Mengklaim CDC vouchers tidak meminta akses ke akun bank, transfer uang, atau instal aplikasi dari toko aplikasi tidak resmi. Jika menerima pesan mencurigakan terkait gov.sg atau CDC Vouchers, segera hubungi PA di 6225 5322.”

Baca Juga: Harga Emas Menguat di Awal Tahun 2026, Usai Cetak Kinerja Luar Biasa di 2025

Dampak Positif bagi Warga dan Pedagang

Bagi warga, voucher ini memberikan “bantalan finansial” nyata.

Nurul Syakirah Binti Ishak, 25 tahun, seorang warga Tampines sekaligus CDC ambassador, mengatakan: “CDC vouchers membantu saya dan orang tua saya mengurangi beban belanja. Saya berharap program ini berkelanjutan karena mendukung warga dan pedagang lokal.”

Pedagang juga merasakan manfaatnya. Joe Chen, GM Ai Muay Group yang mengelola enam pasar basah dan pusat grosir, mengatakan: “Sejak menerima CDC vouchers, traffic di pasar naik 30%. Saya berharap ada kategori voucher khusus untuk pasar basah agar operator tetap bertahan di tengah kenaikan harga dan perubahan pola konsumsi.”

Low menambahkan, pihak CDC tetap memastikan pedagang lokal di HDB baru dapat mengikuti skema ini.

“Kami mengevaluasi produk dan layanan yang sesuai dengan tujuan kebijakan, memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ujarnya.

Skema ini juga menyediakan CDC Vouchers Donation Scheme hingga 31 Januari 2026 bagi rumah tangga yang ingin mendonasikan voucher yang belum digunakan ke lembaga publik.

Selanjutnya: Bupati Aceh Tamiang Teken SK Ribuan Rumah Rusak Akibat Banjir Bandang

Menarik Dibaca: Tiga Gim Roblox yang Wajib Dicoba di POCO Pad M1




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×