Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Dolar AS memulai 2026 dengan kenaikan tipis setelah mengalami tekanan terhadap sebagian besar mata uang utama sepanjang 2025.
Yen Jepang sedikit menguat tetapi tetap mendekati level terendah 10 bulan, sementara investor menunggu data ekonomi AS untuk memprediksi arah suku bunga tahun ini.
Penurunan dolar tahun lalu dipicu oleh mengecilnya selisih suku bunga antara AS dan negara lain, kekhawatiran defisit fiskal AS, perang dagang global, dan pertanyaan mengenai independensi Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Bursa Saham Eropa Tembus ke Rekor Tertinggi di Perdagangan Perdana Tahun 2026
Pada perdagangan pertama tahun ini Jumat (2/1/2026), euro turun 0,2% ke $1,1725 setelah melonjak 13,5% sepanjang 2025, dan poundsterling dibeli di $1,3455, naik 7,7% sepanjang tahun lalu. Kedua mata uang mencatat kenaikan tahunan tertinggi sejak 2017.
Indeks dolar AS naik 0,2% menjadi 98,39 setelah mencatat penurunan 9,4% sepanjang 2025, penurunan terbesar dalam delapan tahun terakhir.
Data ekonomi penting seperti laporan tenaga kerja AS akan dirilis pekan depan, memberi indikasi kesehatan pasar tenaga kerja dan arah suku bunga The Fed.
Perhatian juga tertuju pada siapa yang akan dipilih Presiden Donald Trump sebagai ketua The Fed berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei.
Pasar memperkirakan pengganti Powell akan lebih dovish dan menurunkan suku bunga, sementara pasar kini sudah mengekpektasikan dua pemotongan suku bunga tahun ini.
Baca Juga: Harga Emas Menguat di Awal Tahun 2026, Usai Cetak Kinerja Luar Biasa di 2025
Yen Tetap Jadi Pengecualian
Yen berada di 156,86 per dolar AS setelah naik kurang dari 1% sepanjang 2025. Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga dua kali tahun lalu, tetapi tidak cukup mendorong yen.
Investor juga khawatir terhadap ekspansi fiskal di bawah PM Sanae Takaichi. BoJ kemungkinan baru menaikkan suku bunga berikutnya pada akhir 2026, diperkirakan Oktober.
Dolar Australia dan Selandia Baru memulai 2026 dengan penguatan. Aussie naik 0,5% ke $0,6706 setelah naik hampir 8% sepanjang 2025, sementara kiwi naik tipis menjadi $0,5772.













