kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Menyedihkan, pencuri gondol 6.000 masker bedah dari rumahsakit di Jepang


Selasa, 18 Februari 2020 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Wisatawan yang mengenakan kimono dan masker mengunjungi Kuil Sensoji di Distrik Asakusa, Tokyo, Jepang, 18 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Kecemasan publik negeri matahari terbit bertambah seiring ratusan orang yang terjangkit virus mematikan itu di atas kapal pesiar Diamond Princess yang tengah menjalani karantina di Jepang.

Baca Juga: Moody's: Pertumbuhan ekonomi China hanya 5,2% akibat virus corona

Pencurian masker itu terjadi setelah orang-orang yang membawa pisau menodong seorang pengemudi truk logistik dan mengambil ratusan tisu toilet di Hong Kong, Senin (17/2). Wabah Covid-19 telah memicu panic buying masker, sanitiser tangan, dan tisu toilet.

Aplikasi flea market Jepang, Mercari, meminta para pengguna untuk berjualan masker dengan harga yang wajar. Permintaan ini menyusul banderol harga sekotak berisi 65 masker lebih dari 50.000 yen (US$ 456).

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan pekan lalu, Pemerintah Jepang sudah "sangat memohon" kepada produsen masker untuk meningkatkan produksi.




TERBARU

[X]
×