kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Meraih sukses meski tak pernah lulus kuliah (2)


Kamis, 17 Januari 2019 / 09:10 WIB
Meraih sukses meski tak pernah lulus kuliah (2)

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tri Adi

Kesuksesan Timothy D Sweeney mengembangkan bisnis developer gim berawal dari hobinya yang membuat kuliahnya keteteran. Dia tidak berhasil menamatkan pendidikannya lantaran waktunya tergerus untuk mengurusi perusahaan yang terus berkembang. ZZT yakni gim pertama yang berhasil dia komersialkan mampu terjual US$ 100 per hari ketika dirinya masih duduk di bangku kuliah. Keberhasilan itu memicu Sweeney berkarier sebagai developer gim.

Ketekunan mengasah hobi adalah kunci sukses Timothy D Sweeney. Tanpa latar belakang pendidikan formal di pemrograman, dia bisa sukses membangun perusahaan developer games lewat bendera Epic Game dan berhasil meraup kekayaan hingga US$ 1,8 miliar pada tahun 2018.

Sweeney sebetulnya sudah terpesona dengan pemrograman sejak usianya 11 tahun. Namun saat kuliah, dia justru mengambil jurusan teknik mesin di Universitas Maryland pada tahun 1989. Walaupun pada akhirnya, dia tidak bisa menamatkan kuliahnya lantaran lebih memilih fokus mengasah hobinya menjadi bisnis yang menghasilkan cuan.

Semasa kanak-kanak, Sweeney sudah menyenangi mekanik dan listrik. Bahkan di usia 5 tahun dirinya telah berhasil membongkar mesin pemotong rumput dan membuat gokar sendiri. Saat itu, dia belum begitu tertarik dengan video gim. Hanya tertarik gim arcade yang popular kala itu setelah mengetahui alat mekanik yang ia bongkar bisa memprogram gim di dalamnya.

Sweeney baru benar-benar tertarik di bidang pemograman saat berusia 11 tahun. Berawal ketika mengunjungi perusahaan start up milik kakaknya di California yang kala itu punya beberapa IBM Personal Computers . Di sana, dia menghabiskan waktu hingga berminggu-minggu belajar dara-dasar pemrograman.

Ketika keluarganya mendapatkan komputer Apple II, Sweeney mulai sungguh-sungguh belajar cara memprogram dan mencoba membuat petualangan dalam permainan Atari 2600. Saat usia 11 tahun15 tahun, dia telah menghabiskan lebih dari 10.000 jam belajar memprogram informasi menggunakan papan buletin online dan menciptakan beberapa permainan. Hanya saja, permainan itu tidak ia publikasikan.

Pria kelahiran Desember 1970 itu, merintis Epic Games sejak tahun 1991 saat masih kuliah. Bermodalkan komputer pemberian ayahnya kala itu, Seeney mulai mengembangkan bisnis konsultasi video gim dari rumah orangtuanya di Potomac, Maryland, yang ia namakan Potomac Computer Systems. Ketika itu, Sweeney masih tinggal di asrama kampus. Sementara Potomac Computer Systems dikembangkan menggunakan komputer IBM Personal Computer di rumah orangtuanya. Jadi bisnis itu dia kembangkan saat tidak ada kegiatan kampus.

Rupanya bisnis itu tidak berkembang dan terpaksa ia tinggalkan. Sweeney lalu punya ide membuat gim yang bisa dijual. Dia mulai melakukan pemograman pada malam hari atau di akhir pekan di luar pelajaran kampus. Dii situ ia berhasil mengembangkan sebuah video gim action-adventure puzzle yang dinamai ZZT.

Untuk melihat respons terhadap video gim tersebut, Sweeney menawarkan teman-teman kampus dan orang-orang di sekitarnya mencoba permainan itu. Rupanya, respons yang didapat cukup baik dan dia yakin ZZT merupakan sesuatu yang menjual.

Sweeney lalu menulis surat kepada Scott Miller dari Apogee Software, Ltd., guna mencari tahu bagaimana mendistribusikan ZZT. Dia pun menghidupkan kembali Potomac Computer Systems untuk menjual video gim tersebut.

Kala itu, ZZT terjual cukup baik. Setiap hari, Potomac Computer Systems berhasil menjual beberapa kopi video gim senilai US$ 100. Kesuksesan itulah yang bikin Sweenwy mantap memutuskan berkarir jadi pengembang game.

Menyadari perusahaan video gim membutuhkan sebutan yang menarik, ia mengubah nama Potomac Computer Systems menjadi Epic MegaGames. Setelah merilis ZZT, Sweeney mulai mencoba merancang gim baru bertajuk Jill of the Jungle. Ia membentuk tim dan menyelesaikan gim pertengahan 1992.

(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×