kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.985   41,00   0,23%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Meski China berang, Selandia Baru tetap dukung Taiwan di WHO


Selasa, 12 Mei 2020 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WELLINGTON. Menteri Luar Negeri Selandia Baru mengatakan, negaranya harus membela diri setelah China memperingatkan dukungannya atas partisipasi Taiwan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bisa merusak hubungan bilateral.

Taiwan, dengan dukungan kuat Amerika Serikat (AS), telah meningkatkan lobi untuk diizinkan mengambil bagian sebagai pengamat dalam Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan WHO, pekan depan, sebuah langkah yang membuat marah Cina.

Taiwan dikeluarkan dari WHO karena keberatan China, yang memandang pulau itu sebagai salah satu provinsi mereka.

Baca Juga: Dukung Taiwan di WHO, China berang kepada Selandia Baru

Menteri senior Selandia Baru pekan lalu menyatakan, Taiwan harus diizinkan untuk bergabung dengan WHO sebagai pengamat seiring keberhasilannya dalam mengekang penyebaran virus corona baru.

Pernyataan tersebut menarik kemarahan China yang meminta negara Pasifik itu untuk "berhenti membuat pernyataan yang salah".

"Kita harus membela diri kita sendiri," kata Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters dalam konferensi pers ketika ditanya tentang tanggapan China terhadap posisi Selandia Baru atas Taiwan, Selasa (12/5).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×