Meski Tumbuh, Laba H&M pada Kuartal I Masih Jauh dari Ekspektasi Analis

Kamis, 31 Maret 2022 | 20:05 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Meski Tumbuh, Laba H&M pada Kuartal I Masih Jauh dari Ekspektasi Analis

ILUSTRASI. Logo H&M. REUTERS/Arnd Wiegmann


KONTAN.CO.ID -  STOCKHOLM. Perusahaan pakaian asal Swedia, H&M mencatatkan laba kuartalan yang jauh di bawah ekspektasi analis untuk periode Desember hingga Februari. Hal tersebut akibat dari  pandemi Covid-19 hingga masalah rantai pasokan.

Dalam kuartal pertama fiskalnya, grup tersebut meraih laba sebelum pajak 282 juta crown atau setara US$ 30,5 juta dari kerugian 1,39 miliar setahun sebelumnya, jauh di bawah perkiraan rata-rata laba 1,04 miliar crown yang disurvei oleh analis untuk periode tersebut.

Hasilnya tetap jauh di bawah tingkat pra-pandemi, dengan grup tersebut menghasilkan laba senilai 2,50 miliar crown pada kuartal pertama tahun 2020. Saham H&M turun 8% pada awal perdagangan.

"Penjualan dan keuntungan untuk kuartal tersebut dipengaruhi oleh efek negatif dari pandemi di banyak pasar utama grup," kata H&M dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Kamis (31/3).

Baca Juga: Presiden Ukraina: Kami akan Berjuang untuk Setiap Meter Tanah Kami

Sementara itu, pada periode yang sama, penjualan mampu mencatatkan kenaikan 23% yoy. Namun, masih turun 11% dari dua tahun sebelumnya.

Peritel mode terbesar kedua di dunia setelah pemilik Zara Inditex mengatakan penjualan pada periode 1-28 Maret, awal kuartal kedua fiskal, naik hanya 6% dalam mata uang lokal.

Tidak termasuk Rusia, Belarusia dan Ukraina, di mana H&M telah menutup toko sementara karena invasi Rusia ke Ukraina, kenaikan Maret adalah 11%, lebih lambat dari pada kuartal pertama. Tahun lalu Rusia menyumbang 4% dari penjualan grup.

"Ada ketidakpastian lanjutan mengenai perkembangan dan perusahaan terus memantau dan mengevaluasi situasi," kata H&M tentang krisis Ukraina.

Editor: Tendi Mahadi
Tag

Terbaru