kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Miliarder Hong Kong yang jeli melihat peluang investasi properti (2)


Jumat, 13 September 2019 / 12:00 WIB
Miliarder Hong Kong yang jeli melihat peluang investasi properti (2)

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tri Adi

KONTAN.CO.ID - Rita Tong Liu merupakan salah satu wanita tangguh. Saat memiliki suami kaya raya, Liu tidak berpuas diri. Ia memilih mengambil jalan untuk berbisnis. Ternyata bakat berbisnis itu ia dapat dari ibu dan neneknya yang juga terjun ke dunia bisnis. Liu jeli melihat properti yang sedang naik daun dan sedang melemah. Bermodalkan hadiah dan warisan dari keluarganya, Liu kini memiliki banyak properti di Hong Kong. Liu dianggap ratu properti di Hong Kong.

Rita Tong Liu telah mengubah hadiah satu juta dollar dari ayah mertuanya menjadi portofolio di Hong Kong dan kekayaan pribadi senilai US$ 4 miliar. Pada awal 1970-an ia menerima uang dari keluarga suaminya, senilai HK$ 1 juta untuk mulai berinvestasi.

Suaminya adalah anak kedelapan dari sembilan putra Liu Po-shan, pendiri Chong Hing Bank. Keduanya memiliki hubungan cinta yang mendalam sejak sekolah menengah. Setelah menuntaskan studi di Amerika Serikat (AS), ia mencoba bekerja di Chong Hing Bank tetapi dia merasa tertekan dan akhirnya berhenti.

Liu memutuskan menjalankan bisnis sendiri, tapi sempat ditentang oleh suaminya. Wanita berusia 71 tahun ini meminta izin keluarga suaminya untuk berusaha dan ia bahkan menerima uang dari keluarga suaminya HK$ 1 juta untuk mulai berinvestasi.

Ia ingat bahwa uang senilai HK $ 1 juta atau setara US$ 127.551 dengan nilai tukar saat ini telah memberikannya dasar untuk memulai karier. Ini adalah jumlah uang yang besar pada saat itu, kenang Liu.

Pada tahun 1970-an, uang sebesar itu bisa membeli apartemen Taikoo Shing seluas 55 meter, sebuah perumahan umum di Hong Kong. Saat ini, nilai apartemen berukuran serupa di Taikoo Sing sudah berharga HK$ 12 juta atau setara US$ 1,5 juta. Dibandingkan membeli apartemen di tengah kota, dia justru membeli tanah dan properti di Macau, melanjutkan bisnis real estat kakek nenek dan ibunya dengan mendirikan perusahaan properti Gate Well Group bersama suaminya pada tahun 1976.

Ketertarikan ke dunia bisnis tidak jauh dari latar belakang keluarganya. Nenek Liu sudah lama menjalani bisnis keluarga dengan menjual bahan makanan dan membuat anggur beras. Neneknya adalah wanita pertama dalam keluarga yang terlibat dalam bisnis. Kemudian ibunya seorang janda, yang membangun rumah di sepanjang dermaga Makau untuk mengimpor kayu ke luar negeri.

Sekarang Liu, mengikuti tradisi bisnis yang sama dengan wanita lain di keluarganya. Uang warisan yang dia terima dari keluarga suaminya Liu Lit-ching terbukti membantunya mendapatkan keuntungan lebih besar dan mengangkat Liu sebagai Chairwoman Gale Well Group. Hari ini Liu telah mengendalikan portofolio properti Hong Kong yang luas.

Pada tahun 1990-an, Gale Well Group berjuang, ketika China memperketat kredit dengan menempatkan investasinya di daratan karena tekanan keuangan. "Kami tidak membeli banyak properti. Kami melihat suku bunga bisa naik dan pinjaman akan menjadi lebih mahal," katanya.

Dengan berkurangnya arus kas, Liu memutuskan berinvestasi di tempat parkir sebagai sesuatu yang bijak. Mengingat aset seperti ini lebih murah dan menawarkan nilai uang lebih baik daripada bangunan tempat tinggal atau komersial. Pada 2000-an ia menghabiskan uang untuk berinvestasi di lebih 3.000 tempat parkir.

Keputusan itu diambil untuk melewati masa krisis penurunan properti tahun 2003, ketika wabah penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah menghancurkan kepercayaan investor bahkan nilai properti Hong Kong anjlok. Pandangan visioner Liu yang fokus pada bisnis tempat parkir menunjukkan kemampuannya mengubah situasi yang tidak menguntungkan menjadi peluang.

Suaminya meninggal pada tahun 2003 lalu. Ia memutuskan untuk beralih ke gedung perkantoran komersial terutama kantor Kelas A, dan keluar dari bisnis tempat parkir. Ruang kantor di distrik keuangan Hong Kong terkenal dengan persediaan terbatas dan harganya selangit.

(Bersambung)



TERBARU

[X]
×