kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Miliarder yang sukses mengembangkan software manajemen SDM (1)


Kamis, 19 September 2019 / 09:30 WIB

Miliarder yang sukses mengembangkan software manajemen SDM (1)

KONTAN.CO.ID - Boleh saja banyak perusahaan rintisan dikelola oleh anak muda. Namun bagi Workday perusahaan rintisan satu ini mempunyai bos orang yang sudah tua. David Duffield mengembangkan Workday hingga bisa sebesar saat ini. Duffield juga tercatat menjadi salah satu miliarder dunia. Hingga April 2019, kekayaannya mencapai US$ 13,2 miliar. Ia menjadi orang nomor 114 terkaya di dunia menurut catatan Forbes. Semua ia dapat saat umurnya di atas 40 tahun.

Siapa bilang mengelola perusahaan rintisan selalu datang dari kaum milenial. David Duffield saat berumur 65 tahun ia membuat perusahaan rintisan Workday.

Hasilnya Duffield merupakan salah satu orang terkaya di dunia. Forbes mencatat total kekayaan pria Amerika Serikat (AS) ini per September 2019 sebanyak US$ 10,4 miliar.

Saat ini dia merupakan orang paling kaya nomor 114 di seluruh dunia. Kekayaannya memang sedikit turun dibanding jumlah pada April 2019 yang mencapai US$ 13,2 miliar

Rahasianya ide cemerlang dan penguasaan terhadap teknologi komunikasi adalah sebuah kombinasi yang dahsyat. Duffield dengan cermat melihat ceruk potensi di dunia digital mampu menjadi salah satu miliarder di dunia.

Workday merupakan perusahaannya membangun software yang mengurusi sistem manajemen bidang keuangan dan ketenagakerjaan berbasis cloud.

Sebelum sukses bersama Workday, Duffield merupakan pemain lama dalam bisnis perangkat lunak. Perusahaan pertamanya adalah PeopleSoft, ia dirikan pada tahun 1987. Saat itu usianya sudah 46 tahun yang dirintis bersama Ken Morris.

Perusahaan ini bergerak untuk memproduksi software yang memonitor sumber daya manusia, urusan manajemen finansial, sampai ke performa perusahaan. Perusahaannya ini telah diakuisisi oleh Oracle pada tahun 2005. Saat itu PeopleSoft masuk jajaran perusahaan software paling besar di seluruh dunia. Nilai akuisisi ditaksir mencapai US$ 10,7 miliar.


Reporter: Agustinus Respati
Editor: Tri Adi

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×