kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Miliarder yang sukses mengembangkan software manajemen SDM (1)


Kamis, 19 September 2019 / 09:30 WIB

Miliarder yang sukses mengembangkan software manajemen SDM (1)


Sukses dengan PeopleSoft, Duffield yang terlanjur gandrung pada bisnis software memulai jalan baru. Pada tahun yang sama bersama temannya AnnelĀ  Bhusri membentuk perusahaan rintisan bernama Workday. Saat itu usianya telah menginjak 65 tahun.

Secara bisnis, Workday tidak jauh berbeda dengan PeopleSoft. Kedua bisnisnya masih berkutat soal software yang digunakan untuk manajemen sumber daya manusia dan manajemen finansial. Di bawah kepemimpinan Duffield, Workday menjadi salah satu perusahaan yang sukses di dunia.

Workday mengeluarkan aplikasi pertamanya pada November 2006. Enam tahun berselang, Workday melakukan initial public offering (IPO) tahun 2012. Pasca IPO harga sahamnya terus meroket. Perusahaan ini melantai di New York Stock Exchange. Pada tahun 2015, pengguna dari layanan Workday mencapai 700 pengguna dan 3.700 karyawan di seluruh dunia

Duffield menjabat sebagai CEO perusahaan itu. Dia sekaligus merupakan pemegang saham terbesar di Workday. Dia memiliki 24% dari total saham perusahaan yang dia rintis tersebut.

Tahun 2014, Duffield menanggalkan peran sebagai CEO di Workday dan beralih menjadi ketua dewan. Selain kepiawaian sebagai pengelola software, dia juga dipercaya para pelanggannya sebagai penasihat perusahaan yang menggunakan software dari Workday. Perlu diketahui pelanggan dari aplikasi yang dibuatnya ini juga termasuk Netflix dan MGM.

Dave menghabiskan masa mudanya di California, Amerika Serikat. Dia mengenyam pendidikan di Universitas Cornell dan mendapat gelar Sarjana Teknik. Tak puas cuma gelar itu, ia mencicipi gelar Master Administrasi Bisnis di Sekolah Pascasarjana Manajemen Samuel Curtis Johnson. Dalam mengembangkan bisnisnya Duffield selalu berpegang pada sebuah prinsip.

Dia mengatakan Jika Anda benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan orang, Anda akan mengetahui apa yang ada di benak mereka dan dengan mudah tahu apa yang membuat mereka nyaman," ujarnya.

(Bersambung)


Reporter: Agustinus Respati
Editor: Tri Adi

Video Pilihan


Close [X]
×