Militer Filipina: 5 WNI diculik kelompok gerilyawan Abu Sayyaf

Senin, 20 Januari 2020 | 07:48 WIB Sumber: Reuters
Militer Filipina: 5 WNI diculik kelompok gerilyawan Abu Sayyaf

ILUSTRASI. Ilustrasi kapal nelayan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

KONTAN.CO.ID - MANILA. Militer Filipina pada hari Minggu (19/1/2020) mengatakan, pihaknya telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan untuk lima nelayan Indonesia yang diculik oleh gerilyawan yang tergabung dalam kelompok Abu Sayyaf pada pekan lalu. Kelompok ini diduga kuat terkait dengan Negara Islam di perairan Malaysia.

Melansir Reuters, menurut Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, Kepala Komando militer Mindanao Barat, delapan orang warga Indonesia diculik di Sabah pada hari Kamis (16/1/2020). Tiga orang dibebaskan, sementara lima orang lainnya kemungkinan dibawa oleh para penculik mereka ke provinsi Sulu, Filipina Selatan. Sulu adalah kubu Abu Sayyaf.

Baca Juga: Wapres minta menlu dan menhan percepat upaya pembebasan satu sandera Abu Sayyaf

Sobejana mengungkap penculikan itu dilakukan sehari setelah tentara bentrok dengan anggota Abu Sayyaf di pulau Sulare di kota Parang, di Sulu, menewaskan seorang militan dan menghancurkan kapal cepat yang diyakini telah digunakan dalam penculikan itu.

Sobejana mengatakan, pihak berwenang Malaysia segera berkoordinasi dengan militer Filipina setelah penculikan itu.

Kementerian luar negeri Indonesia mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah Filipina dan masih menunggu informasi resmi tentang insiden tersebut.

Baca Juga: Prabowo Subianto upayakan pembebasan WNI yang disandera Abu Sayyaf

Kapal cepat diidentifikasi secara positif oleh tiga nelayan Indonesia yang telah dibebaskan sebagai kapal yang digunakan dalam penculikan oleh enam militan, kata Sobejana.

"Kemungkinan mereka berada di pulau Sulare atau Parang, Sulu sangat tinggi," katanya.

Abu Sayyaf, yang berakar pada separatisme, terkenal karena aksi bandit dan pembajakan, termasuk memenggal beberapa tahanan jika tidak ada tebusan yang dibayarkan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru