kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Moody’s Turunkan Outlook Selandia Baru Jadi Negatif, Risiko Fiskal Meningkat


Rabu, 22 April 2026 / 17:48 WIB
Moody’s Turunkan Outlook Selandia Baru Jadi Negatif, Risiko Fiskal Meningkat
ILUSTRASI. Moodys Investors Service ( REUTERS/Mike Segar)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Lembaga pemeringkat Moody's menurunkan prospek (outlook) peringkat kredit Selandia Baru menjadi “negatif” dari sebelumnya “stabil”, seiring meningkatnya risiko terhadap kondisi fiskal di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, Moody’s tetap mempertahankan peringkat tertinggi “Aaa” untuk Selandia Baru, didukung oleh kekuatan institusi dan kerangka kebijakan yang solid.

Baca Juga: Uni Eropa Siapkan Paket Kebijakan Redam Lonjakan Harga Energi akibat Perang Iran

Dalam laporannya yang dilansir Reuters Rabu (22/4/2026), Moody’s menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi, kebijakan moneter yang ketat, serta meningkatnya biaya utang memberikan tekanan terhadap prospek fiskal negara tersebut.

“Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global menghadirkan risiko penurunan terhadap pertumbuhan,” tulis Moody’s.

Tekanan inflasi juga dinilai masih bertahan, didorong oleh kenaikan harga bahan bakar, biaya perumahan domestik, tarif utilitas, serta harga listrik yang lebih tinggi.

Moody’s juga mencatat bahwa target Selandia Baru untuk kembali mencatat surplus anggaran mundur satu tahun.

Sementara berbagai guncangan ekonomi telah meningkatkan beban utang dan menekan kemampuan pembiayaan.

Baca Juga: Ekspor Moncer, Surplus Perdagangan Jepang Justru Anjlok

Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan Selandia Baru tetap berada di level 3,1% pada kuartal I-2026, masih di atas target bank sentral. Kondisi ini meningkatkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada tahun ini.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch Ratings juga telah menurunkan outlook Selandia Baru menjadi “negatif” pada Maret lalu, dengan alasan serupa terkait meningkatnya tantangan dalam menurunkan utang akibat tertundanya konsolidasi fiskal.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×