kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Uni Eropa Siapkan Paket Kebijakan Redam Lonjakan Harga Energi akibat Perang Iran


Rabu, 22 April 2026 / 17:28 WIB
Uni Eropa Siapkan Paket Kebijakan Redam Lonjakan Harga Energi akibat Perang Iran
ILUSTRASI. Uni Eropa (REUTERS/Yves Herman)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Komisi Eropa merilis paket kebijakan untuk meredam lonjakan harga energi yang dipicu perang Iran, yang disebut sebagai salah satu guncangan terbesar dalam sejarah pasar energi global.

Melansir Reuters Rabu (22/4/2026), sejumlah langkah disiapkan oleh Uni Eropa guna menjaga stabilitas pasokan dan menekan biaya energi bagi industri maupun rumah tangga.

Baca Juga: Ekspor Moncer, Surplus Perdagangan Jepang Justru Anjlok

Dorong elektrifikasi, kurangi ketergantungan gas

Salah satu fokus utama adalah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya minyak dan gas.

Komisi Eropa berencana merevisi aturan pajak agar listrik dikenakan tarif lebih rendah dibandingkan gas.

Langkah ini bertujuan mendorong penggunaan teknologi berbasis listrik, seperti heat pump dan mesin industri listrik, sebagai pengganti sistem berbasis gas.

Selain itu, pemerintah negara anggota juga akan diberikan fleksibilitas untuk menurunkan pajak listrik hingga nol bagi industri intensif energi dan rumah tangga rentan guna menekan beban biaya dalam jangka pendek.

Baca Juga: Meta Genjot AI, Karyawan Dipantau

Pengisian stok gas dan koordinasi pembelian

Komisi Eropa juga akan mengoordinasikan pengisian cadangan gas oleh negara anggota guna menghindari lonjakan harga akibat pembelian serentak.

Saat ini, tingkat penyimpanan gas di kawasan tersebut baru mencapai sekitar 31%, sementara target menjelang musim dingin ditetapkan minimal 80%.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan untuk potensi pelepasan cadangan minyak. Negara anggota International Energy Agency sebelumnya telah sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk menstabilkan pasar.

Baca Juga: Sengketa Kripto Memanas, Justin Sun Gugat Proyek Terkait Trump

Antisipasi krisis bahan bakar penerbangan

Uni Eropa juga mewaspadai potensi kekurangan bahan bakar pesawat (jet fuel), mengingat sekitar 40% pasokan impor berasal dari luar kawasan, dengan separuhnya melewati Selat Hormuz yang kini terdampak konflik.

Komisi akan memetakan pasokan dan distribusi bahan bakar transportasi serta mempertimbangkan revisi aturan cadangan minyak, termasuk kemungkinan kewajiban khusus untuk stok jet fuel.

Baca Juga: Chery Bidik Produksi EV di Eropa

Bantuan jangka pendek dan subsidi energi

Dalam jangka pendek, Uni Eropa merekomendasikan sejumlah langkah bantuan, seperti menunda penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir, mempercepat instalasi panel surya dan baterai, hingga menurunkan tarif transportasi publik.

Di sisi lain, Uni Eropa juga tengah menyiapkan aturan bantuan negara (state aid) yang memungkinkan pemerintah memberikan subsidi hingga 50% atas kenaikan harga bahan bakar dan pupuk bagi sektor tertentu, seperti pertanian, perikanan, dan transportasi darat.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya tahan sektor-sektor vital tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×