Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Komisi Eropa merilis paket kebijakan untuk meredam lonjakan harga energi yang dipicu perang Iran, yang disebut sebagai salah satu guncangan terbesar dalam sejarah pasar energi global.
Melansir Reuters Rabu (22/4/2026), sejumlah langkah disiapkan oleh Uni Eropa guna menjaga stabilitas pasokan dan menekan biaya energi bagi industri maupun rumah tangga.
Baca Juga: Ekspor Moncer, Surplus Perdagangan Jepang Justru Anjlok
Dorong elektrifikasi, kurangi ketergantungan gas
Salah satu fokus utama adalah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya minyak dan gas.
Komisi Eropa berencana merevisi aturan pajak agar listrik dikenakan tarif lebih rendah dibandingkan gas.
Langkah ini bertujuan mendorong penggunaan teknologi berbasis listrik, seperti heat pump dan mesin industri listrik, sebagai pengganti sistem berbasis gas.
Selain itu, pemerintah negara anggota juga akan diberikan fleksibilitas untuk menurunkan pajak listrik hingga nol bagi industri intensif energi dan rumah tangga rentan guna menekan beban biaya dalam jangka pendek.
Baca Juga: Meta Genjot AI, Karyawan Dipantau
Pengisian stok gas dan koordinasi pembelian
Komisi Eropa juga akan mengoordinasikan pengisian cadangan gas oleh negara anggota guna menghindari lonjakan harga akibat pembelian serentak.
Saat ini, tingkat penyimpanan gas di kawasan tersebut baru mencapai sekitar 31%, sementara target menjelang musim dingin ditetapkan minimal 80%.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan untuk potensi pelepasan cadangan minyak. Negara anggota International Energy Agency sebelumnya telah sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk menstabilkan pasar.
Baca Juga: Sengketa Kripto Memanas, Justin Sun Gugat Proyek Terkait Trump
Antisipasi krisis bahan bakar penerbangan
Uni Eropa juga mewaspadai potensi kekurangan bahan bakar pesawat (jet fuel), mengingat sekitar 40% pasokan impor berasal dari luar kawasan, dengan separuhnya melewati Selat Hormuz yang kini terdampak konflik.
Komisi akan memetakan pasokan dan distribusi bahan bakar transportasi serta mempertimbangkan revisi aturan cadangan minyak, termasuk kemungkinan kewajiban khusus untuk stok jet fuel.
Baca Juga: Chery Bidik Produksi EV di Eropa
Bantuan jangka pendek dan subsidi energi
Dalam jangka pendek, Uni Eropa merekomendasikan sejumlah langkah bantuan, seperti menunda penutupan pembangkit listrik tenaga nuklir, mempercepat instalasi panel surya dan baterai, hingga menurunkan tarif transportasi publik.
Di sisi lain, Uni Eropa juga tengah menyiapkan aturan bantuan negara (state aid) yang memungkinkan pemerintah memberikan subsidi hingga 50% atas kenaikan harga bahan bakar dan pupuk bagi sektor tertentu, seperti pertanian, perikanan, dan transportasi darat.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya tahan sektor-sektor vital tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.













