kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Myanmar melaporkan kematian untuk pertama kalinya akibat virus corona


Selasa, 31 Maret 2020 / 11:19 WIB
ILUSTRASI. Warga mengantre untuk membayar di kasir, setelah Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar mengumumkan dua kasus COVID-19 terkonfirmasi, di sebuah pusat perbelanjaan, di Yangon, Myanmar, Senin (23/3/2020). REUTERS/Stringer


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Myanmar melaporkan kematian akibat virus corona untuk pertama kalinya pada hari Selasa (31/3). Korban meninggal itu adalah seorang pria berusia 69 tahun yang juga menderita kanker dan meninggal di sebuah rumah sakit di Yangon. Hal tersebut dikatakan oleh seorang jurubicara pemerintah.

Pasien yang meninggal tersebut sebelumnya telah menjalani perawatan medis di Australia dan berhenti di Singapura dalam perjalanan pulang, menurut kementerian kesehatan. "Pasien meninggal pada pukul 7:25 pagi," kata Dr Khin Khin Gyi, juru bicara Kementerian Kesehatan dikutip dari Reuters.

Baca Juga: WHO larang penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia, ini bahayanya!

Myanmar telah mengkonfirmasi 14 kasus virus, kebanyakan pada orang yang telah bepergian ke luar negeri. Tetapi kementerian kesehatan pada hari Minggu memperingatkan negara itu berada pada risiko yang sangat tinggi dari "wabah besar" setelah puluhan ribu migran yang bekerja di negara tetangga Thailand bergegas pulang sebelum perbatasan ditutup.

Negara ini memiliki sistem perawatan kesehatan yang lemah setelah puluhan tahun diabaikan di bawah mantan junta militer yang berkuasa.

Baca Juga: Sony rilis jadwal tayang baru film Morbius, Ghostbuters, dan Uncharted




TERBARU

[X]
×