kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.069   69,00   0,38%
  • IDX 5.748   -192,66   -3,24%
  • KOMPAS100 759   -26,04   -3,31%
  • LQ45 574   -14,97   -2,54%
  • ISSI 200   -6,12   -2,97%
  • IDX30 326   -8,01   -2,40%
  • IDXHIDIV20 404   -8,03   -1,95%
  • IDX80 86   -2,60   -2,93%
  • IDXV30 110   -3,04   -2,68%
  • IDXQ30 106   -2,38   -2,21%

NATO: China semakin dekat, kami perlu merespons bersama sebagai aliansi


Senin, 14 Juni 2021 / 23:15 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Senin (14 Juni) mengatakan, kehadiran militer China yang berkembang dari Baltik hingga Afrika membuat aliansi Atlantik Utara harus siap. 

"China semakin dekat dengan kami. Kami melihat mereka di ruang siber, kami melihat China di Afrika, tetapi kami juga melihat China berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur penting kami sendiri," katanya, merujuk pada pelabuhan dan jaringan telekomunikasi.

"Kita perlu merespons bersama sebagai aliansi," tegas Stoltenberg, seperti dikutip Reuters.

Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada pemimpin NATO, pertahanan Eropa, Turki, dan Kanada adalah "kewajiban suci" bagi Amerika Serikat.

Baca Juga: Galangan dukungan lawan China dan Rusia, Biden: NATO sangat penting bagi kami

Pernyataan Biden ini sebuah perubahan yang nyata dari ancaman pendahulunya Donald Trump untuk menarik diri dari NATO.

Tiba di Brussel dari KTT G7 di Inggris, Biden kembali berusaha menggalang sekutu Barat untuk mendukung strategi AS untuk menahan kebangkitan militer China serta menunjukkan persatuan dalam menghadapi agresi Rusia.

“Pasal Lima adalah kewajiban suci,” kata Biden mengacu pada janji pertahanan kolektif aliansi transatlantik, seperti dilansir Reuters. "Saya ingin seluruh Eropa tahu bahwa Amerika Serikat ada di sana".

"NATO sangat penting bagi kami," tegas Biden, yang berusaha memperbaiki hubungan setelah Trump menghina aliansi bersenjata nuklir selama empat tahun terakhir dan apa yang Trump katakan sebagai anggota "nakal".

Baca Juga: Kirim pesan ke China, kelompok serang kapal induk Inggris menuju Laut China Selatan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×