kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

NATO: Ini bukan tentang Laut China Selatan, tapi China makin dekat dengan Barat


Rabu, 10 Juni 2020 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Bendera NATO berkibar di markasnya di Brussels, 2 Maret 2014. REUTERS/Yves Herman


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Perdana Menteri Boris Johnson pada Januari lalu memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G Inggris, menggagalkan upaya global oleh AS untuk mengecualikan raksasa telekomunikasi China dari komunikasi generasi baru Barat.

Johnson memutuskan, "vendor berisiko tinggi" seperti Huawei akan diizinkan masuk ke bagian non-sensitif dari jaringan 5G.

Namun wabah virus corona, ketidaksepakatan atas kebijakan di Hong Kong, dan kemarahan Presiden AS Donald Trump atas China telah mendorong Inggris untuk menilai kembali hubungan dengan Beijing.

Baca Juga: Terbang dekat perbatasan, jet tempur AS cegat dan kawal 4 pembom Rusia

"Cina semakin dekat dengan kita, kita melihat di Kutub Utara, kita melihat mereka banyak berinvestasi dalam infrastruktur kritis di Eropa, dan kita tentu saja melihat China juga beroperasi di dunia maya," kata Stoltenberg.

"Jadi, ini bukan tentang penyebaran NATO ke Laut China Selatan, tetapi menanggapi fakta bahwa China semakin dekat dengan kita," ujar dia.

NATO dibentuk pada 1949 silam oleh AS, Kanada, Prancis, Inggris, dan negara-negara Eropa Barat lainnya untuk memberikan keamanan kolektif menghadapi Uni Soviet. Tapi, Uni Soviet runtuh pada 1991.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×