kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.161   4,00   0,02%
  • IDX 7.693   69,54   0,91%
  • KOMPAS100 1.065   9,04   0,86%
  • LQ45 765   5,49   0,72%
  • ISSI 280   2,57   0,93%
  • IDX30 406   2,77   0,69%
  • IDXHIDIV20 492   2,60   0,53%
  • IDX80 119   0,88   0,75%
  • IDXV30 139   0,77   0,56%
  • IDXQ30 130   0,86   0,67%

Negara Berkembang Rilis “Borrowers’ Platform”, Perkuat Posisi Negosiasi Utang Global


Kamis, 16 April 2026 / 07:10 WIB
Negara Berkembang Rilis “Borrowers’ Platform”, Perkuat Posisi Negosiasi Utang Global
ILUSTRASI. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (Brendan McDermid/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sejumlah negara berkembang meluncurkan platform baru bernama “Borrowers’ Platform” untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi utang dengan kreditur global.

Inisiatif ini didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai upaya menyeimbangkan relasi kekuatan dalam sistem keuangan dunia.

Melansir Reuters Kamis (16/4/2026), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut platform ini sebagai terobosan penting dalam pembiayaan global.

“Ini adalah wadah bagi negara peminjam untuk bersatu, saling belajar, dan menyuarakan kepentingan secara kolektif,” ujarnya.

Baca Juga: Ekonomi China Diprediksi Bangkit di Kuartal I, Tapi Perang Iran Bayangi Outlook 2026

Beban Utang Kian Berat

Guterres menyoroti bahwa sekitar 3,4 miliar penduduk dunia kini tinggal di negara yang mengalokasikan anggaran lebih besar untuk membayar utang dibandingkan sektor kesehatan atau pendidikan.

Kondisi ini mendorong urgensi reformasi tata kelola utang global yang selama ini dinilai lebih menguntungkan pihak kreditur.

Baca Juga: Kilang Australia Terbakar, Produksi Bensin Terancam di Tengah Gangguan Pasokan Global

Tandingan Klub Kreditur

Platform ini dipandang sebagai penyeimbang terhadap forum kreditur seperti Paris Club, yang selama puluhan tahun menjadi arena utama dalam menentukan strategi restrukturisasi utang negara.

Selain itu, inisiatif ini juga muncul di tengah kekecewaan terhadap skema G20 Common Framework yang dinilai belum efektif mempercepat restrukturisasi utang sejak diluncurkan saat pandemi COVID-19.

Baca Juga: AS Selidiki Transaksi Minyak Mencurigakan Jelang Perubahan Kebijakan Iran Trump

Peran UNCTAD dan Struktur Keanggotaan

Platform ini akan dioperasikan oleh UNCTAD, serta berfungsi sebagai pusat berbagi pengalaman antarnegara peminjam agar lebih siap menghadapi negosiasi dengan kreditur.

Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka bagi negara berkembang anggota PBB yang merupakan peminjam bersih serta bukan bagian dari kelompok kreditur.

Struktur organisasi akan mencakup dewan pengarah yang terdiri dari menteri keuangan dan gubernur bank sentral, serta komite teknis untuk mendukung operasional.

Baca Juga: FIFA Pastikan Iran Tampil di Piala Dunia, Meski Bayang-Bayang Konflik Masih Ada

Dorong Keseimbangan Global

Menteri Keuangan Mesir Ahmed Kouchouk menyebut, peluncuran ini sebagai langkah kolektif untuk memastikan suara negara peminjam berada di pusat dialog keuangan global.

Sementara itu, kelompok advokasi utang Eurodad menilai platform ini sebagai langkah awal untuk mengurangi dominasi kreditur dalam pengambilan keputusan terkait utang negara.

Secara keseluruhan, “Borrowers’ Platform” diharapkan menjadi tonggak baru dalam upaya menciptakan sistem keuangan global yang lebih adil dan inklusif bagi negara berkembang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×