kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.164   7,00   0,04%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Kilang Australia Terbakar, Produksi Bensin Terancam di Tengah Gangguan Pasokan Global


Kamis, 16 April 2026 / 06:42 WIB
Kilang Australia Terbakar, Produksi Bensin Terancam di Tengah Gangguan Pasokan Global
ILUSTRASI. Kilang Minyak (REUTERS/Siphiwe Sibeko)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kebakaran di kilang minyak Australia menambah tekanan terhadap pasokan energi global yang sudah terganggu akibat konflik Timur Tengah.

Insiden ini berpotensi mengganggu produksi bensin di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan energi.

Melansir Reuters, kebakaran terjadi di unit produksi bensin milik Viva Energy di kilang Geelong, negara bagian Victoria.

Baca Juga: AS Selidiki Transaksi Minyak Mencurigakan Jelang Perubahan Kebijakan Iran Trump

Otoritas setempat menyebut hingga Kamis (16/4/2026), api belum sepenuhnya berhasil dikendalikan.

Menteri Energi Australia Chris Bowen mengatakan, dampak pasti masih dalam tahap evaluasi, namun kejadian ini jelas bukan perkembangan yang positif.

“Produksi bahan bakar jet dan diesel masih berjalan, meski dalam kapasitas terbatas demi alasan keselamatan. Dampak utama saat ini terjadi pada produksi bensin,” ujarnya.

Pasokan Bensin Tertekan

Kilang Geelong merupakan salah satu dari dua kilang minyak yang masih beroperasi di Australia, dengan kapasitas pengolahan hingga 120.000 barel per hari.

Fasilitas ini memasok lebih dari separuh kebutuhan bahan bakar di Victoria dan sekitar 10% kebutuhan nasional.

Baca Juga: FIFA Pastikan Iran Tampil di Piala Dunia, Meski Bayang-Bayang Konflik Masih Ada

CEO Viva Energy Scott Wyatt menyatakan, prioritas utama saat ini adalah memadamkan api sepenuhnya sebelum menilai kerusakan dan memulihkan operasi secara aman.

Seluruh unit lain di kilang masih beroperasi, namun pada kapasitas minimum untuk menjaga keselamatan.

Tekanan Tambahan dari Konflik Global

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah, terutama setelah penutupan sebagian Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Situasi tersebut bahkan memicu aksi panic buying bahan bakar di Australia dalam beberapa waktu terakhir.

Perdana Menteri Anthony Albanese saat ini tengah melakukan kunjungan ke Malaysia untuk membahas pengamanan pasokan energi bersama negara mitra di kawasan.

Baca Juga: AS Ancam Sanksi Pembeli Minyak Iran, China Diperkirakan Hentikan Impor

Dampak ke Konsumen

Pemerintah Australia sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan darurat untuk meredam lonjakan harga energi, termasuk memangkas pajak bahan bakar sementara dan menangguhkan biaya jalan bagi kendaraan berat selama tiga bulan.

Meski belum ada laporan korban jiwa dalam insiden kebakaran ini, otoritas memperingatkan bahwa asap dapat berdampak pada wilayah sekitar dan pembatasan lalu lintas diberlakukan.

Secara keseluruhan, kebakaran ini memperburuk kekhawatiran terhadap ketahanan energi Australia, terutama di tengah ketidakpastian pasokan global yang masih tinggi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×