Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
7. Jepang
Jepang mencatatkan utang luar negeri sebesar US$ 4,67 triliun, atau setara sekitar Rp 78.923 triliun (Rp 78,9 kuadriliun).
8. Australia
Australia memiliki total utang luar negeri mencapai US$ 3,4 triliun, yang setara dengan sekitar Rp 57.460 triliun (Rp 57,5 kuadriliun).
9. Irlandia
Di posisi selanjutnya ada Irlandia dengan total utang luar negeri sebesar US$ 3,3 triliun, atau sekitar Rp 55.770 triliun (Rp 55,8 kuadriliun).
10. Italia
Italia melengkapi daftar sepuluh besar negara dengan utang luar negeri tertinggi di dunia, dengan total utang mencapai US$ 2,7 triliun atau setara sekitar Rp 45.630 triliun (Rp 45,6 kuadriliun).
Indonesia di peringkat berapa?
Dalam daftar negara dengan utang luar negeri terbesar versi Global Firepower, Indonesia berada di peringkat ke-25.
Total utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar US$ 440 miliar, atau setara sekitar Rp 7.436 triliun (Rp 7,4 kuadriliun).
Posisi Indonesia berada di bawah Korea Selatan, yang menempati peringkat lebih tinggi dengan total utang luar negeri mencapai US$ 503 miliar, atau sekitar Rp 8.500 triliun (Rp 8,5 kuadriliun).
Sementara itu, berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia (BI), posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar US$ 423,8 miliar, atau sekitar Rp 7.162 triliun.
Angka tersebut turun tipis dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai US$ 424,9 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan, secara tahunan ULN Indonesia masih tumbuh 0,2 % (year on year/yoy). Namun, laju pertumbuhan ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,5% (yoy).
Ramdan menambahkan, ULN pemerintah pada November 2025 tercatat sebesar US$ 209,8 miliar, turun dari US$ 210,5 miliar pada Oktober 2025.
"Sementara itu, ULN swasta juga mengalami penurunan menjadi US$ 191,2 miliar, dari sebelumnya US$ 191,7 miliar," ujarnya dilansir dari Kompas TV.
Tonton: Nvidia H200 Diblokir China: Produksi Komponen Pemasok Terhenti Seketika
Dari sisi ketahanan, Ramdan menegaskan bahwa struktur ULN Indonesia tetap terjaga dengan baik. Hal ini didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang.
Kondisi tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurun menjadi 29,3% dari sebelumnya 29,4%, serta dominasi utang jangka panjang yang mencapai 86,1% dari total ULN.
Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "10 Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia 2025, Indonesia di Peringkat Berapa?"












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
