kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Negara-Negara Dunia Kejar & Lacak Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Wabah Hantavirus


Sabtu, 09 Mei 2026 / 04:08 WIB
Negara-Negara Dunia Kejar & Lacak Penumpang Kapal Pesiar Terdampak Wabah Hantavirus
ILUSTRASI. Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius sebabkan 3 kematian. Dunia kini kejar penumpang di 12+ negara. (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Negara-negara di seluruh dunia berupaya mencegah penyebaran lebih lanjut hantavirus pada Kamis, setelah muncul wabah di sebuah kapal pesiar. Upaya dilakukan dengan melacak penumpang yang telah turun dari kapal sebelum virus terdeteksi, serta siapa pun yang melakukan kontak dekat dengan mereka setelahnya.

Tiga orang, pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman, meninggal dunia dalam wabah di kapal MV Hondius. Secara total, lima orang dipastikan terinfeksi virus tersebut, sementara tiga lainnya diduga terpapar, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hantavirus umumnya menyebar melalui hewan pengerat, tetapi dalam kasus yang jarang dapat menular antarmanusia.

Mengutip Reuters, seluruh penumpang yang turun di St. Helena, sebuah pulau di Samudra Atlantik Selatan tempat kapal singgah pada 24 April, telah dihubungi oleh operator kapal. Mereka berasal dari sedikitnya 12 negara, termasuk tujuh warga Inggris dan enam warga Amerika Serikat. Kasus pertama yang dikonfirmasi dalam wabah ini muncul pada awal Mei.

Bukan COVID

WHO kembali menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum tergolong rendah, meskipun jenis virus Andes yang ditemukan pada beberapa korban diketahui dalam kasus langka dapat menular antarmanusia.

“Ini bukan coronavirus, ini virus yang sangat berbeda,” kata Maria Van Kerkhove, Direktur Penanganan Epidemi dan Pandemi WHO, dalam konferensi pers.
“Situasinya tidak sama seperti yang kita hadapi enam tahun lalu.”

WHO menyatakan sedang menyusun panduan langkah demi langkah terkait penanganan puluhan penumpang yang masih berada di kapal, yang sedang menuju Kepulauan Canary dan diperkirakan tiba pada Sabtu atau Minggu. Setelah turun dari kapal, para penumpang akan melanjutkan perjalanan pulang ke negara masing-masing.

Baca Juga: Laporan CIA: Iran Bisa Bertahan dari Blokade AS hingga Empat Bulan

Saat ini tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala.

Pelacakan kontak dan pemantauan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan pihaknya memantau situasi secara ketat dan menilai risiko bagi masyarakat Amerika sangat rendah untuk saat ini.

Departemen Kesehatan Publik Georgia menyebut sedang memantau dua warga yang kembali ke rumah setelah turun dari kapal pesiar tersebut, meskipun keduanya tidak menunjukkan gejala.

Departemen Layanan Kesehatan Arizona juga memantau seorang warga yang berada di kapal namun tidak mengalami gejala. Menurut New York Times, California juga memantau sejumlah warga yang pernah berada di kapal itu.

Di Texas, pejabat menyebut dua warga yang menjadi penumpang kapal telah kembali ke AS sebelum wabah teridentifikasi.

Seorang warga Prancis diketahui melakukan kontak dengan seseorang yang jatuh sakit, tetapi dirinya belum menunjukkan gejala.

Baca Juga: AS Melunak Soal Resolusi PBB untuk Iran, China dan Rusia Diperkirakan Tetap Veto




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×